Jakarta –
Kementerian ESDM melaporkan kinerja positif dalam produksi gas bumi nasional selama paruh pertama tahun 2025, dengan rata-rata 1.199,7 Juta Barel Setara Minyak per Hari (MBOEPD), mencapai 119%. Untuk penggunaan gas bumi di semester pertama 2025 mencapai 5.598 Miliar British Thermal Units per Hari (BBTUD), dengan kebutuhan domestik mencapai 3.877 BBTUD atau 69%.
Anggawira, Tenaga Ahli Bidang Percepatan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, mengungkapkan bahwa produksi gas saat ini telah melampaui target APBN dan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga neraca sektor gas bumi mengalami surplus.
ESDM mencatat adanya tren peningkatan konsumsi gas bumi domestik, yang mencerminkan pertumbuhan industri dalam negeri. Namun, mengingat produksi gas bumi telah terikat kontrak, saat terjadi peningkatan konsumsi domestik, perlu dilakukan alokasi ulang kontrak ekspor.
Untuk mengatasi situasi ini, ESDM bersama SKK Migas sedang menyiapkan formula penyaluran gas bumi agar peningkatan konsumsi domestik tidak mengganggu kontrak produksi gas yang telah disepakati sebelumnya. Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan dan peningkatan infrastruktur gas untuk memperluas pemanfaatan gas alam cair (LNG).
Pemerintah saat ini tengah membangun terminal LNG dan FSRU (Floating Storage Regasification Unit) sebagai fasilitas penyimpanan. Selain itu, pembangunan pipa transmisi CISEM ditargetkan terkoneksi pada 2026, dan jaringan pipa Duri-Sei Mangke diharapkan selesai pada 2028.
Bagaimana kinerja produksi gas bumi saat ini? Bagaimana perkembangan pembangunan infrastruktur gas untuk memperluas jaringan pemanfaatan gas domestik? Simak dialog Shinta Zahara dengan Tenaga Ahli Bidang Percepatan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Anggawira, dalam Squawk Box, PANGKEP NEWS (Selasa, 12/08/2025).