Perkembangan Terkini Perang Tarif Trump: Hasil Negosiasi AS-RI, Pembicaraan AS-China!
Jakarta, PANGKEP NEWS – Kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih terus berlanjut. Baru-baru ini, Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor dari China sebesar 254%, sementara para perwakilan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini sedang melakukan negosiasi di AS.
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga mulai memberikan tanggapan atas tarif yang diberlakukan oleh Trump. Arab Saudi kini juga menjadi salah satu negara yang terancam oleh kebijakan tarif Trump.
1. Trump Mengisyaratkan Pemecatan Ketua The Fed
Donald Trump kembali menciptakan ketidakpastian di pasar dengan mengkritik Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, terkait kebijakan moneter yang diambil. Dalam pidatonya di Economic Club of Chicago, Powell tetap mempertahankan sikap netral sambil menyoroti ancaman inflasi yang meningkat, meskipun risiko terhadap aktivitas ekonomi juga meningkat.
Trump melalui media sosial menulis, “Jerome Powell dari The Fed, yang selalu TERLAMBAT DAN SALAH, kemarin mengeluarkan laporan yang, seperti biasa, benar-benar ‘berantakan’! Pemecatan Powell tidak bisa datang cukup cepat!”
2. WTO Akhirnya Merespons Trump
Kepala WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, akhirnya merespons kenaikan tarif impor yang diterapkan oleh pemerintah AS di bawah pimpinan Donald Trump. Dalam konferensi pers, ia menyebut tarif Trump “sangat mengkhawatirkan” dan memprediksi bahwa perdagangan global akan mengalami penurunan tahun ini akibat tarif tersebut.
3. Hasil Negosiasi Sementara RI Terkait Tarif Dagang di AS
Pemerintah Indonesia memberikan pembaruan mengenai negosiasi tarif timbal balik dengan AS. Sebelumnya, barang-barang dari Indonesia yang masuk ke AS dikenakan tarif 32% pada 2 April lalu, namun penundaan diberlakukan selama 90 hari sejak 9 April.
4. Prabowo Akan Tingkatkan Impor LPG dan Minyak Mentah dari AS
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Indonesia akan meningkatkan impor Liquified Petroleum Gas (LPG) dari AS hingga 85% sebagai bagian dari strategi negosiasi tarif importasi baru dari AS.
5. Arab Saudi Jadi Korban Baru Tarif Trump
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Trump diperkirakan dapat menghambat proyek NEOM, sebuah megacity futuristik yang sedang dikembangkan oleh Arab Saudi.
6. Trump Melunak kepada Zelensky untuk Kesepakatan Mineral
Trump kini menunjukkan sikap lebih lunak terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, setelah sebelumnya hubungan mereka sempat menegang.
7. AS Memulai Negosiasi Tarif dengan China
Trump mengungkapkan bahwa AS sedang dalam pembicaraan dengan China terkait tarif, dengan harapan dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang sedang berlangsung.