Jakarta – Masalah Harga Ayam Hidup yang Terus Menurun
Jakarta – Peternak ayam saat ini mengeluhkan penurunan harga ayam hidup yang sangat rendah dibandingkan dengan harga acuan pemerintah sebesar Rp23.000 per Kilogram, yang terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 2025.
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan dan mendorong pemerintah untuk melakukan intervensi. Hal ini berkaitan dengan kebijakan impor Grand Parent Stock (GPS) serta pengawasan dan peningkatan penyerapan ayam di pasar.
Yeka mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir, pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk memperbaiki tata kelola perunggasan. Yeka juga mendorong peningkatan kapasitas Kementerian Pertanian dalam pengawasan unggas, termasuk penyerapan ayam peternak.
Di sisi lain, Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenko Pangan, Kementan, dan Bapanas terkait penurunan harga ayam hidup.
Meski sudah ada intervensi pemerintah, namun dampaknya belum signifikan karena harga ayam masih berada di Rp13.000 per Kg, jauh di bawah biaya pokok produksi yang mencapai Rp17.500.
Bagaimana persoalan harga ayam ini dapat diselesaikan? Dapatkan informasi lebih lanjut dalam dialog antara Shinta Zahara dan Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, serta Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi di Squawk Box, PANGKEP NEWS (Rabu, 23/05/2025).