Efek Trump, Saham Bank Ini Tumbuh Lebih dari 30% dalam Sebulan
Jakarta, PANGKEP NEWS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memicu ketidakstabilan di pasar saham belakangan ini, mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pada 24 Maret 2024, sekitar sebulan yang lalu, IHSG sempat turun di bawah angka 6.000 dengan penurunan lebih dari 4% saat pembukaan perdagangan. Waktu itu, IHSG mendapat tekanan eksternal yang kuat dari rencana tarif Trump serta ancaman stagflasi ekonomi Amerika Serikat.
Saat ini, IHSG sudah mulai pulih. Dalam mingguan, IHSG meningkat sebesar 3,74% pada pekan lalu, mencapai level 6.678,92. Ini lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya naik 2,81%. Secara bulanan, IHSG mengalami kenaikan sebesar 7,32%.
Peningkatan IHSG selama sebulan terakhir tentu didukung oleh beberapa saham berkapitalisasi besar, termasuk dari sektor perbankan.
Investor yang mengakumulasi saham perbankan saat jatuh pada akhir Maret tentu telah memperoleh keuntungan dari capital gain dan juga dividen.
Salah satu saham bank besar yang mengalami kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir adalah BTN (BBTN) yang melonjak lebih dari 30%. Jika menjelang akhir Maret 2025 Anda membeli saham BBTN senilai Rp 100 juta, saat ini Anda sudah mengantongi keuntungan lebih dari Rp 30 juta.
Selain BBTN, saham bank besar lainnya seperti BBNI dan BMRI juga memberikan hasil yang sangat baik, terutama jika ditambah dengan dividen. BBNI naik 12,9% dalam bulan terakhir. Dengan tambahan dividend yield sebesar 8,52%, keuntungan pemegang saham BBNI menjadi semakin besar.
Sementara itu, BMRI naik 9,8% dibandingkan harga saat jatuh pada 24 Maret 2025. Dengan modal Rp 100 juta, dalam sebulan uang tersebut hampir menjadi Rp 110 juta. Jika ditambah dengan dividen, investor BMRI mendapatkan tambahan Rp 9,28 juta dengan asumsi modal tersebut.
Sementara itu, saham BBRI dalam sebulan terakhir naik 3,6% dengan dividend yield 5,74%.