Jakarta – Musim Gajian, Saatnya Investasi Saham!
Pergerakan pasar saham bulan ini menunjukkan performa yang cukup positif. Para investor pun bersiap kembali berinvestasi pada saham-saham yang berpotensi naik setelah penurunan tajam sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam satu minggu terakhir mengalami kenaikan lebih dari 4%.
Jika memiliki dana sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sekitar Rp5 juta, nilai investasi Anda bisa hampir berlipat ganda jika membeli saham-saham yang sedang trend dalam sepekan terakhir.
Peningkatan saham-saham tersebut tentunya didukung oleh alasan-alasan tertentu.
Peningkatan Pendapatan dan Laba Bersih PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
INET menargetkan peningkatan pendapatan dan laba bersih lebih dari 30% pada tahun 2025. Hal ini didukung oleh proyek ekspansi dan pengembangan terbaru dalam teknologi seperti penggunaan frekuensi 1,4 GHz untuk efisiensi layanan broadband rumah (FTTH).
Kinerja Cemerlang PT Petrosea Tbk (PTRO)
Saham PTRO, milik konglomerat Prajogo Pangestu, mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 920 ribu (sekitar Rp 15,26 miliar) pada kuartal I 2025. Angka ini meningkat 464,4% dari US$ 163 ribu di kuartal I 2024.
Kenaikan laba mendorong peningkatan harga saham PTRO.
Dividen Besar dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Peningkatan saham UNVR dipicu oleh sentimen positif karena perusahaan berencana membagikan 100% dari laba tahun buku 2024 sebagai dividen kepada pemegang saham.
UNVR dikenal rutin membagikan dividen dengan rasio tinggi. Selama dua tahun terakhir, rasio dividen terhadap laba dipertahankan di angka 91%, dan bahkan mencapai 111% pada tahun buku 2022. Dari tahun 2015 hingga 2021, dividen yang dibagikan hampir mendekati 100% dari laba.
Pertumbuhan Pelanggan PT Indosat Tbk (ISAT)
Kenaikan saham ISAT didukung oleh berita baik. PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) melaporkan pertumbuhan jumlah pelanggan IM3 Platinum yang meningkat hingga 50%. Saat ini, Indosat memiliki sekitar 98,7 juta pelanggan secara nasional per Oktober 2024.
Peringatan: Artikel ini disajikan oleh PANGKEP NEWS Research sebagai pandangan jurnalistik. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan PANGKEP NEWS tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan tersebut.
PANGKEP NEWS RESEARCH