Prediksi Ekonomi Indonesia Kuartal I-2025
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan mengumumkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) pada siang ini, Selasa (5/5/2025). Beberapa ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2025 ini tidak akan mencapai 5%.
Menurut konsensus pasar yang dikumpulkan oleh PANGKEP NEWS dari 14 institusi, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di angka 4,94% (year on year/yoy) dan mengalami kontraksi sebesar 0,9% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq) pada kuartal I-2025.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengisyaratkan bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin tidak mencapai 5% ketika berbicara kepada media. Meski begitu, ia optimis ekonomi Indonesia tetap mendekati angka tersebut.
“Ya tentu kalau matematika ada pembulatan [jadi 5%],” ujarnya kepada media di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat lalu (2/5/2025).
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Tahun ini, Kuartal I, BPS belum mengeluarkan. Kita nanti melihat beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA minggu lalu.
Sri Mulyani menyoroti faktor musiman seperti Ramadan dan Idul Fitri yang mempengaruhi indikator ekonomi. Dia tetap yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5%, mirip dengan tahun 2024 yang mencapai 5,03%.
Polling Reuters menunjukkan bahwa ekonomi kemungkinan tumbuh 4,91% pada kuartal I-2025, sedikit di bawah ekspansi 5,02% yang tercatat pada kuartal keempat tahun sebelumnya.
“Kami memperkirakan pertumbuhan konsumsi swasta akan melambat, tetapi masih menyumbang setengah dari tingkat pertumbuhan utama kuartal pertama. Ekspor akan menyumbang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, karena mitra dagang utama Indonesia, Tiongkok, sedang berjuang dengan ekonomi yang lemah dan meningkatnya ketegangan geopolitik,” kata Jeemin Bang, Ekonom Moody’s.
Perlu diingat bahwa konsumsi menyumbang sekitar 53,71% terhadap total PDB, sehingga laju konsumsi sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bank Mandiri melaporkan bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan akan melemah ke bawah 4,9% (yoy) pada kuartal I-2025, dari 5,0% (yoy) di kuartal IV-2024. Hal ini mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam pengeluaran, dengan sebagian pendapatan dialokasikan untuk tabungan.
Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk tabungan perorangan justru meningkat signifikan pada Maret 2025, selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Peningkatan tabungan selama Ramadan menjadi anomali, mengingat biasanya masyarakat cenderung menguras tabungan selama periode ini karena tingginya konsumsi. Sebagai catatan, Ramadan berlangsung dari 1 Maret 2025 hingga 30 Maret, sementara Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 31 Maret 2025.
Berdasarkan pemantauan PANGKEP NEWS Research, pada Maret 2025, pertumbuhan DPK tabungan perorangan mencapai 6,4% year on year/yoy, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 5,7% yoy. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi sejak November 2022 atau sekitar 2,5 tahun terakhir.