Kecelakaan Kapal Wisata di Tengah Badai, 9 Korban Meninggal – Presiden Angkat Bicara
Jakarta, PANGKEP NEWS – Sebuah insiden tragis terjadi di Provinsi Guizhou, wilayah barat daya China, ketika empat kapal wisata terbalik karena badai mendadak pada Minggu (4/5/2025) sore. Kejadian ini mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan satu orang masih dinyatakan hilang, sementara lebih dari 80 penumpang lainnya terjatuh ke Sungai Wu, yang merupakan anak sungai dari Sungai Yangtze, sungai terpanjang di China.
Laporan dari penyiar nasional CCTV menyebutkan bahwa badai yang tiba-tiba datang membawa hujan es dan angin kencang melanda area wisata di Sungai Wu pada Minggu sore. Saat itu, banyak wisatawan sedang menikmati liburan lima hari nasional.
Pada awalnya, dilaporkan bahwa hanya dua kapal yang terbalik, tetapi laporan terbaru dari CCTV dan Kantor Berita Xinhua mengungkapkan bahwa empat kapal terlibat dalam insiden tersebut. Dua di antaranya masing-masing membawa sekitar 40 penumpang dan tidak melebihi kapasitas muatan.
Dalam video yang dibagikan oleh media negara, terlihat seorang pria melakukan tindakan CPR kepada korban, sementara salah satu kapal terlihat terbalik dan hanyut di sungai.
Presiden China Xi Jinping menginstruksikan agar “upaya maksimal” dilakukan untuk menemukan korban yang hilang dan merawat mereka yang terluka. Pemerintahnya telah berusaha mengurangi angka kematian di sektor transportasi, tetapi tantangan seperti kelebihan muatan, perawatan kendaraan yang buruk, dan kurangnya peralatan keselamatan masih menjadi kendala, terutama selama liburan besar.
Operasi penyelamatan melibatkan lebih dari 60 petugas pemadam kebakaran dan sekitar 20 unit peralatan, termasuk tangga dan derek bergerak. Tim penyelamat mengevakuasi warga dari bagian bangunan yang rusak serta dari apartemen di tangga yang berdekatan.
Seorang saksi mata yang diwawancarai oleh Beijing News mengatakan bahwa meskipun air sungai sangat dalam, beberapa orang berhasil berenang ke tempat yang aman. Namun, badai yang datang tiba-tiba dan kabut tebal yang menyelimuti permukaan sungai menyulitkan upaya penyelamatan.
Provinsi Guizhou sendiri dikenal karena keindahan pegunungan dan sungainya, menjadikannya destinasi wisata yang populer, terutama selama liburan nasional.