Pemanfaatan Teknologi Hijau, Industri di RI Berupaya Kurangi Biaya Produksi
Jakarta, PANGKEP NEWS – Untuk menjadikan industri lebih ramah lingkungan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi yang dapat dilakukan. Dampaknya tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga mampu menekan biaya operasional perusahaan.
Henry Chia, President Director PT Endress+Hauser Indonesia, menekankan pentingnya penerapan emisi karbon rendah di sektor industri. Pengalaman serupa terjadi saat badai besar melanda Dubai, yang secara signifikan mempengaruhi transportasi dan rantai pasokan.
“Jadi perubahan iklim ini adalah sesuatu yang sangat nyata, bukan sekadar skenario hipotetis,” ujarnya kepada PANGKEP NEWS belum lama ini.
Beberapa industri telah mulai mengedepankan keberlanjutan dengan mengadopsi teknologi canggih, ekonomi sirkular, dan energi terbarukan. Namun, industri yang lebih tradisional masih mempertimbangkan aspek ekonomi dan biaya.
“Sebagian dari mereka yang masih tradisional sebenarnya masih menunggu, mempersoalkan antara keberhasilan ekonomi dengan biaya keberlanjutan yang mungkin meningkat,” jelas Henry.
Henry memberikan contoh industri berat yang masih berfokus pada komoditas dengan margin keuntungan tipis, sehingga belum sepenuhnya mengutamakan keberlanjutan.
“Ada tantangan teknis dalam transisi ini, seperti di industri semen, baja, atau kimia. Pengembangan ke arah keberlanjutan masih terbatas, misalnya pipeline hidrogen dan penyimpanan penangkapan karbon (CCS) yang masih belum optimal,” ujarnya.
Endress+Hauser mengembangkan solusi otomasi untuk memungkinkan transformasi industri menjadi lebih hijau secara berkelanjutan dan menguntungkan secara bisnis.
Solusi otomasi ini berupa instrumen yang dapat diterapkan di berbagai industri, mulai dari makanan dan minuman, minyak dan gas, pertambangan, ilmu kehidupan, air, hingga pengolahan limbah.
“Kami membantu pemerintah Indonesia untuk mendorong industri menuju era 4.0 dengan meningkatkan kemampuan proses produksi agar lebih otomatis,” tambahnya.
“Solusi dan teknologi kami digunakan oleh pelanggan untuk memproduksi berbagai barang sehari-hari, sehingga topik pembangunan berkelanjutan akan melibatkan teknologi kami ke arah tersebut. Kami mendukung tujuh industri yang telah saya sebutkan,” pungkasnya.