Paus Leo XIV Bukan Bagian dari Daftar, Ini 3 Tokoh Dunia yang Tak Perlu Paspor
Jakarta – Ketika mayoritas orang harus memindai paspor di gerbang imigrasi, ada beberapa tokoh dunia yang tak memerlukan dokumen perjalanan. Bukan karena kekebalan diplomatik biasa, melainkan karena posisi unik yang mereka miliki.
Nama Paus Leo XIV, pemimpin baru Gereja Katolik yang berasal dari Amerika, tidak tercantum dalam daftar tokoh ‘sakti’ ini.
Meski menjabat sebagai Kepala Negara Vatikan dan Gereja Katolik sedunia, Paus tetap membutuhkan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh otoritas Vatikan saat bepergian ke luar negeri.
Jadi, siapa saja yang sebenarnya bisa berpergian ke luar negeri tanpa paspor?
Raja Charles III (Inggris)
Sebagai kepala monarki Inggris, Raja Charles III tidak memerlukan paspor untuk perjalanan internasional.
Alasannya? Secara teknis, semua paspor Inggris diterbitkan atas nama Raja.
Oleh karenanya, ia tidak bisa menerbitkan paspor untuk dirinya sendiri. Sebagai gantinya, sekretaris pribadinya membawa dokumen resmi yang meminta agar Raja diizinkan melewati negara lain dengan aman.
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako (Jepang)
Kaisar Jepang dan istrinya juga bebas dari kewajiban membawa paspor. Berdasarkan dokumen resmi Kementerian Luar Negeri Jepang, akan sangat tidak pantas jika Kaisar menjalani proses imigrasi seperti warga sipil biasa.
Mereka hanya memerlukan surat resmi dari pemerintah saat melakukan kunjungan kenegaraan.
Sedangkan anggota keluarga kekaisaran lainnya, seperti Putra Mahkota dan Putri, tetap menggunakan paspor diplomatik.
Paspor Paus: Khusus, tapi Tidak ‘Bebas’
Sebagai kepala Negara Kota Vatikan, Paus Leo XIV memang diberikan paspor khusus oleh otoritas Vatikan. Namun, ini tidak berarti ia bebas keluar masuk negara lain tanpa dokumen. Paspor tersebut adalah simbol statusnya sebagai pemimpin negara dan agama, menggantikan paspor nasionalnya sebelumnya. Jadi, meski tak lagi menggunakan paspor Amerika, Paus tetap memerlukan dokumen resmi saat bepergian.
Di balik keistimewaan ini, masing-masing dari mereka memikul tanggung jawab besar, baik secara kenegaraan, spiritual, maupun simbolik. Berpergian tanpa paspor mungkin terdengar menyenangkan, tapi hanya bagi mereka yang tak sepenuhnya ‘bebas’ dalam hidupnya.