Produksi Daging Babi di Indonesia Mengalami Penurunan Akibat Virus Afrika
Jakarta, PANGKEP NEWS – Di Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, peternakan babi tidak dilarang. Usaha peternakan babi masih banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, terutama di wilayah tengah dan timur seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Walaupun tidak dilarang seperti di sejumlah negara muslim lainnya, produksi daging babi di Indonesia mengalami penurunan. Sejak tahun 2020, grafik produksi tidak lagi meningkat. Justru, produksi mengalami penurunan bertahap hingga mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir. Dari 280.937 ton pada tahun 2020, kini hanya tersisa 130.871 ton pada tahun 2024, nyaris setengahnya hilang tanpa banyak pemberitaan.
Penurunan ini bukanlah tanpa sebab. Pada tahun 2020, wabah African Swine Fever (ASF) menyebar di beberapa wilayah Asia, termasuk Indonesia, yang mempengaruhi peternakan babi di Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur.