Jakarta, PANGKEP NEWS
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempercepat proyek hilirisasi batu bara, terutama melalui gasifikasi, demi meningkatkan nilai tambah dan kemandirian energi nasional. Salah satu fokus utama dalam proyek ini adalah dimethyl ether (DME). Namun, adopsi teknologi menjadi salah satu tantangan utama yang perlu diatasi.
Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya, menyoroti keterbatasan referensi teknologi yang digunakan Indonesia dalam proyek gasifikasi batu bara, khususnya DME. Sejauh ini, Indonesia hanya bergantung pada satu sumber teknologi, yaitu Air Products and Chemicals Inc.
Bambang juga menampilkan contoh dari salah satu perusahaan di China yang tidak hanya mampu memproduksi DME, tetapi juga berbagai produk turunan lain dari batu bara (kimia batu bara). DPR mengimbau pemerintah untuk lebih proaktif dalam menjalin kerja sama teknologi dengan berbagai negara, serta membuka peluang dalam mendukung kemandirian industri hilir batu bara.
Untuk informasi lebih lanjut, saksikan dialog Syariah Rahma bersama Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya di Program Closing Bell PANGKEP NEWS, Rabu (14/05/2025).