Jakarta, PANGKEP NEWS
Kebijakan Presiden AS, Donald Trump yang mengerek tarif hingga ratusan persen pada produk dari berbagai negara, termasuk China, sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Kebijakan ini diyakini akan meningkatkan tekanan pada ekonomi global dan menambah ketidakstabilan pasar keuangan internasional.
Meski ketegangan sedikit mereda setelah AS dan China sepakat menghapus tarif besar-besaran atas produk masing-masing selama 90 hari, potensi risiko ke depan masih ada. Oleh karena itu, diperlukan tindakan nyata dari pemangku kepentingan untuk mendorong pasar keuangan domestik.
Di tengah tekanan global, Indonesia sendiri menunjukkan ketahanan ekonomi dan daya tarik investasi jangka panjang yang tetap terjaga. Hal ini terbukti dengan ekonomi Indonesia yang tercatat positif di angka 4,87% pada kuartal pertama 2025.
Pemerintah, melalui kementerian dan lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Dewan Pertimbangan Rakyat (DPR), memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan investor, memperkuat stabilitas pasar, serta menciptakan kebijakan yang adaptif terhadap tantangan global yang masih menghantui ekonomi Indonesia.
Untuk itu, guna melihat peluang dan tantangan di masa depan, PANGKEP NEWS menggelar Investment Forum 2025, forum strategis yang mengulas langkah konkret dalam memperkuat pasar keuangan nasional di tengah eskalasi perang dagang global dengan tema ‘Strategi Memperkuat Pasar Keuangan di Era Perang Dagang’.
Forum ini menghadirkan pemangku kepentingan dari regulator, industri keuangan, dan investor untuk mendalami tantangan eksternal serta merumuskan strategi menjaga stabilitas dan daya tarik pasar Indonesia.
Acara yang didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan ini diselenggarakan di Four Seasons Hotel Jakarta.
PANGKEP NEWS Investment Forum 2025 dapat disaksikan secara eksklusif dan live di PANGKEP NEWS TV serta streaming di PANGKEP NEWS. Pantau terus PANGKEP NEWS untuk informasi terbaru seputar ekonomi dan bisnis.