Peringatan Gempa Besar Melanda Jepang
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pemerintah China baru-baru ini memberikan peringatan kepada warga negaranya yang berada di Jepang untuk tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan.
Menurut laporan dari Global Times, Kedutaan Besar China di Jepang mengeluarkan peringatan tersebut pada Senin (12/5/2025). Ini menyusul laporan pemerintah Jepang pada 31 Maret lalu mengenai risiko gempa di Palung Nankai yang bisa menyebabkan hingga 298.000 korban jiwa.
Jepang dikenal sebagai negara yang kerap dilanda gempa. Pada Agustus tahun sebelumnya, gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter mengguncang Prefektur Miyazaki di ujung barat Palung Nankai, yang memicu pemerintah Jepang untuk memberikan peringatan akan potensi gempa besar lainnya.
Berdasarkan laporan media Jepang, pemerintah negara tersebut mengeluarkan penilaian risiko terbaru untuk gempa besar di Palung Nankai pada 31 Maret, yang menunjukkan peningkatan kemungkinan terjadinya gempa besar dalam 30 tahun ke depan dari 70% menjadi 80%.
Laporan itu juga memaparkan bahwa gempa bumi dapat memiliki dampak luas dari Okinawa di bagian barat hingga Fukushima di timur, berpotensi menelan korban hingga 298.000 jiwa dan menyebabkan kerugian ekonomi mencapai US$1,8 triliun.
Kedutaan China juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, mempersiapkan diri, memantau informasi mengenai gempa dengan teliti, dan merencanakan perjalanan, studi, atau pembelian properti di Jepang dengan mempertimbangkan berbagai risiko. Warga China dianjurkan untuk mengetahui lokasi evakuasi terdekat dan mengikuti instruksi evakuasi setempat tanpa penundaan.
Menurut laporan dari Newsweek, hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pemerintah Jepang. Namun, laman tersebut mencatat bahwa gempa bumi cenderung melanda palung di selatan pulau utama Jepang setiap 100 hingga 150 tahun, dengan yang terakhir terjadi pada tahun 1946. Potensi terjadinya gempa besar dalam 30 tahun ke depan diperkirakan sebesar 70-80%.
Jepang, Negara dengan Risiko Seismik Tinggi
Gempa berkekuatan 9,0 mengguncang pesisir timur Jepang pada 11 Maret 2011, menjadi gempa bumi terbesar yang pernah tercatat di Jepang. Peristiwa ini memicu tsunami dan menyebabkan kecelakaan nuklir, menewaskan 19.729 orang, dengan 2.559 orang masih dinyatakan hilang.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, dalam 24 jam hingga pukul 6 sore waktu setempat pada Selasa, tercatat enam gempa bumi dengan magnitudo 2,5 atau lebih. Gempa terbesar mencapai 4,8 Skala Richter di lepas pantai timur pulau Hokkaido di bagian utara Jepang.
Jepang terletak di zona seismik “Cincin Api” di tepi luar Samudra Pasifik, yang berada di sepanjang batas lempeng tektonik yang bergerak perlahan. Sekitar 81% gempa bumi terbesar di dunia terjadi di wilayah ini, menurut Survei Geologi Amerika Serikat.