8 Pilihan Makanan dan Minuman Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Hati
Hati merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Berfungsi sebagai penyaring racun, memfasilitasi pencernaan melalui produksi empedu, mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, serta menyimpan nutrisi penting seperti vitamin dan mineral. Dengan peran yang kompleks dan penting ini, menjaga kesehatan hati adalah kunci agar organ ini dapat bekerja dengan optimal sepanjang hidup. Apa saja makanan dan minuman yang terbaik untuk hati? Berikut penjelasannya dari PANGKEP NEWS.
1. Kopi
Kopi dikenal sebagai salah satu minuman terbaik untuk kesehatan hati. Riset menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat melindungi hati dari berbagai penyakit, bahkan bagi mereka yang telah memiliki gangguan hati.
Tinjauan studi pada 2016 mengungkapkan bahwa kopi bisa mengurangi risiko sirosis (kerusakan hati permanen) dan kanker hati. Kopi juga berperan dalam menurunkan risiko kematian pada penderita penyakit hati kronis, terutama bagi yang mengonsumsi setidaknya 3 cangkir per hari.
2. Teh Hijau
Teh hijau, kaya akan antioksidan, terbukti memberikan manfaat besar bagi penderita penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Tinjauan dari 15 penelitian pada 2020 menujukkan bahwa teh hijau mampu menurunkan kadar enzim hati.
Studi lain juga menemukan bahwa konsumsi ekstrak teh hijau selama 12 minggu dapat secara signifikan memperbaiki fungsi hati. Mereka yang rutin mengonsumsi empat cangkir teh hijau atau lebih per hari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker hati.
3. Jeruk Bali
Jeruk Bali mengandung dua antioksidan utama, naringenin dan naringin, yang memiliki efek antiinflamasi dan melindungi sel hati. Analisis pada tahun 2023 menunjukkan bahwa antioksidan ini juga berperan dalam memperlambat perkembangan fibrosis hati, kondisi berbahaya akibat peradangan kronis yang memicu pembentukan jaringan ikat berlebihan di hati.
4. Blueberry dan Cranberry
Buah beri ini mengandung antosianin, antioksidan yang memberikan warna khas pada buah dan memiliki banyak manfaat kesehatan.
Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa konsumsi suplemen cranberry selama enam bulan bisa membantu memperbaiki kondisi perlemakan hati pada penderita NAFLD. Selain itu, ekstrak blueberry diketahui mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hati dalam studi laboratorium, meskipun penelitian lebih lanjut pada manusia masih dibutuhkan.
5. Anggur
Anggur, terutama yang merah atau ungu, kaya akan senyawa tanaman yang bermanfaat untuk hati. Studi pada 2020 pada hewan menemukan bahwa konsumsi anggur dan jus anggur bisa mengurangi peradangan, mencegah kerusakan sel, serta meningkatkan kadar antioksidan. Namun, studi tahun 2022 menunjukkan bahwa manfaat ini belum terbukti konsisten pada manusia.
6. Kaktus Pir Berduri
Kaktus pir berduri (Opuntia ficus-indica) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan dan gangguan hati. Riset pada 2016 menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini dapat membantu meredakan gejala mabuk serta melindungi hati dari kerusakan akibat alkohol berkat sifat antiinflamasi dan antioksidannya.
7. Jus Buah Bit
Buah bit kaya akan nitrat dan betalain, sejenis antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada hati. Penelitian pada hewan menunjukkan hasil yang menjanjikan, namun penelitian pada manusia masih diperlukan untuk mengonfirmasi manfaatnya secara klinis.
8. Brokoli
Sayuran silangan dikenal karena kandungan seratnya yang tinggi dan rasanya yang khas. Sayuran ini juga kaya akan senyawa tanaman yang bermanfaat.
Beberapa contoh sayuran silangan meliputi brokoli, kubis brussel, kubis, kale, dan kembang kol.
Penelitian menunjukkan bahwa sayuran silangan mengandung senyawa tertentu yang mengubah proses detoksifikasi dan melindungi dari senyawa berbahaya.
Dalam sebuah penelitian tahun 2016, tikus yang diberi brokoli mengalami lebih sedikit tumor atau penyakit hati berlemak dibandingkan tikus dalam kelompok kontrol.
Sementara penelitian pada manusia masih terbatas, sayuran silangan tampak menjanjikan sebagai makanan yang bermanfaat bagi kesehatan hati.