Industri Asuransi Syariah Perlu Lebih Inovatif
Jakarta, PANGKEP NEWS – Ketua Bidang Hubungan Internasional Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Achmad K Permana menekankan pentingnya sektor asuransi syariah untuk menangkap peluang yang ada. Dalam konteks ini, inovasi dan kreativitas menjadi kunci utama bagi kemajuan industri syariah.
Permana juga menambahkan bahwa asuransi syariah harus bisa menargetkan segmen pasar syariah di kalangan menengah di Indonesia.
“Apabila kita bisa menembus segmen menengah dari masyarakat Indonesia yang merupakan segmen syariah, maka asuransi syariah bisa berkembang lebih pesat,” ujarnya dalam acara Indonesia Insurance Summit (IIS) 2025, Kamis (23/5/2025).
Saat ini, penetrasi asuransi syariah di Indonesia masih tergolong rendah. Permana melihat tantangan ini sebagai peluang bagi para pelaku industri untuk berinovasi.
“Jika kita melihat bahwa penetrasi asuransi masih sangat rendah, menurut saya, peluangnya masih sangat besar. Kreativitas masing-masing perusahaan asuransi sangat diperlukan. Di sektor syariah, misalnya, karena penetrasinya jauh lebih rendah, peluangnya justru lebih besar,” tegasnya.
Perlu diketahui, industri perasuransian Indonesia mengadakan Indonesia Insurance Summit (IIS) 2025. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dari Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama lima asosiasi anggotanya, yaitu Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO), serta Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI).
Tahun ini, IIS mengusung tema besar “Reimagining the Future of Insurance: Innovation for a Sustainable Future”, sebagai bentuk komitmen industri untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan secara menyeluruh. IIS 2025 terdiri dari rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari.
“Kembali lagi, bagaimana kreativitas dari perusahaan asuransi tersebut untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada,” pungkas Permana.