Jakarta, PANGKEP NEWS
Sebuah drone tak dikenal melayang di atas Kedutaan Besar Rusia di ibukota negara NATO, Stockholm, Swedia, pada hari Minggu waktu setempat. Drone tersebut melakukan serangan dengan menjatuhkan wadah cat di dekat pintu masuk utama.
Menurut pernyataan dari para diplomat, operator drone memanfaatkan bejana kaca yang berpotensi menimbulkan cedera serius jika mengenai seseorang. Hal ini membuat juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mendesak Swedia untuk mengendalikan kelompok radikal di negaranya setelah insiden tersebut.
“Besok, Stockholm akan menerima nota protes,” tegasnya, dikutip dari laman TASS, Senin (26/5/2024).
“Swedia harus menahan kaum ekstremisnya, menjaga situasi tetap terkendali, dan mematuhi Konvensi Wina secara ketat,” tambahnya.
Kedutaan menyatakan bahwa insiden semacam ini telah terjadi selama lebih dari setahun. Seruan telah disampaikan berulang kali kepada polisi Swedia dan Kementerian Luar Negeri, namun tidak ada hasil yang diperoleh.
Sementara itu, laman Rusia RT melaporkan bahwa Stockholm mengabaikan kewajibannya sesuai Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, yang mengharuskan negara tuan rumah untuk melindungi kedutaan asing dan stafnya. Sejak meningkatnya konflik Ukraina pada Februari 2022, misi diplomatik Rusia sering menghadapi gangguan, termasuk tindakan vandalisme seperti melempar telur atau mencoret-coret bangunan dengan cat semprot.
Pada bulan Januari, seorang warga Ukraina yang tinggal di Swedia menabrakkan kendaraannya ke gerbang kedutaan. Individu yang sama sebelumnya telah menargetkan tempat-tempat diplomatik Rusia pada tahun 2015 dan 2018.
Pada bulan April, kaleng-kaleng cat dijatuhkan di depan gedung pembantu dan kompleks perumahan kedutaan, termasuk sebuah sekolah.
“Penyelidikan terhadap insiden-insiden sebelumnya yang diduga dilakukan oleh penegak hukum Swedia belum menghasilkan apa pun,” ujar kedutaan saat itu.