Keajaiban Borobudur Memukau Presiden Macron
Jakarta, PANGKEP NEWS – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung ke Candi Borobudur. Kunjungan ke salah satu situs warisan dunia ini memperkuat hubungan erat antara Indonesia dan Prancis.
Bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Macron dan Ibu Negara, Brigitte Macron, mengelilingi Candi Borobudur hingga ke stupa teratas dan bertemu dengan para Bhikkhu. Keduanya tampak sangat terpesona oleh keindahan candi Buddha terbesar di dunia ini. Presiden Macron bahkan memuji Candi Borobudur sebagai bukti agungnya peradaban Indonesia. Ia menyatakan kekaguman dan rasa hormatnya terhadap Candi Borobudur, menyebutnya sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia.
Presiden Macron juga menyebut Candi Borobudur sebagai tempat ibadah dan mahakarya spiritual arsitektur yang merupakan bukti keunggulan Indonesia. Ia melihat ribuan orang yang beribadah di candi ini sebagai pesan universal tentang toleransi dan rasa hormat yang disampaikan oleh Indonesia.
“Terima kasih banyak, Bapak Presiden, telah menyambut kami di tempat luar biasa ini, Candi Borobudur, yang menjadi bukti betapa besar peradaban ini,” ujar Presiden Macron setelah berkeliling Candi Borobudur pada Sabtu (31/5/2025).
Presiden Prabowo dalam sambutannya mengekspresikan kebanggaan dan kehormatan atas kunjungan Presiden Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron ke situs bersejarah kebanggaan Indonesia, Candi Borobudur. Kepala Negara menegaskan bahwa Candi Borobudur adalah mahakarya peradaban yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual, menggambarkan kekayaan budaya dan filosofi bangsa Indonesia.
Kunjungan dua pemimpin negara ke Candi Borobudur menjadi momen bersejarah yang menandai eratnya hubungan Indonesia dan Prancis. Kunjungan ini memperkuat komitmen kedua negara dalam menjaga warisan budaya dunia serta meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.
Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, yang mengelola Candi Borobudur melalui anak perusahaannya, InJourney Destination Management (IDM), merasa bangga menjadi bagian dari sejarah ini.
“Hari ini adalah momen spesial untuk menampilkan keindahan Candi Borobudur kepada dunia, dan menunjukkan transformasi besar dalam pengelolaan kawasan Borobudur yang telah dilakukan InJourney, menjadikannya destinasi pariwisata berbasis spiritual dan kultural yang inklusif untuk semua orang,” kata Direktur Utama InJourney, Maya Watono.
Maya Watono menegaskan pentingnya inklusivitas dalam destinasi pariwisata. “Kita harus melihat visi yang lebih besar dari Indonesia, yaitu bahwa keindahan Candi Borobudur dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat,” tambah Maya.
InJourney berkomitmen untuk terus merawat Candi Borobudur, situs warisan budaya dunia. InJourney memastikan pengelolaan Candi Borobudur mengedepankan nilai spiritual dan kultural yang tidak mengancam nilai universal luar biasa (outstanding universal value) Candi Borobudur sebagai mahakarya arsitektur Buddhis dan seni monumental.
“InJourney mengucapkan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat yang telah mendukung kelancaran kunjungan dua pemimpin negara ini. Meski kunjungan berlangsung dalam waktu singkat, dampaknya sangat berarti, terutama dalam mempromosikan Borobudur ke dunia. Kehadiran beliau memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai simbol persahabatan dan toleransi antarbangsa, sekaligus menggambarkan wajah Indonesia yang ramah dan terbuka,” tutup Maya.