KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali
Jakarta – Kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya yang berlayar dari Ketapang Banyuwangi menuju Gilimanuk tenggelam sekitar 25 menit setelah meninggalkan pelabuhan pada Rabu (02/07) pukul 22.56 WIB.
Menurut laporan resmi dari Basarnas, kejadian ini dilihat oleh petugas jaga di pelabuhan yang kemudian menginformasikannya kepada Basarnas dan instansi terkait lainnya.
Basarnas segera mengirim tim dari Pos SAR Banyuwangi yang berlokasi di pelabuhan Ketapang untuk melakukan pencarian dengan Rigid Inflatable Boat. Tim penyelamat dari Pos SAR Jembrana turut dikerahkan untuk mencari penumpang kapal yang tenggelam di Selat Bali tersebut.
“Saat ini, tim dari Kantor SAR Surabaya juga menuju lokasi dan KN SAR Permadi siap diberangkatkan untuk mendukung operasi pencarian,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang, pada Kamis (03/07/2025).
Tim SAR gabungan masih berusaha mencari seluruh penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Beberapa pihak yang terlibat dalam upaya pencarian ini antara lain Basarnas, Syahbandar Banyuwangi, Polairud Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, TNI AL Gilimanuk, KP3 Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, BMKG Banyuwangi, BKK Banyuwangi, dan Tagana Banyuwangi.
Penumpang Selamat Menggunakan Sekoci
Sampai saat ini, beberapa penumpang telah ditemukan dalam keadaan selamat, empat di antaranya berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci KMP Tunu Pratama Jaya sekitar pukul 05.15 WITA.
Korban yang selamat di antaranya adalah Saroji (47) dari Blimbingsari Banyuwangi, Mansur (40) dari Blimbingsari Banyuwangi, Romi Alga Hidayat dari Blimbingsari Banyuwangi, dan Sandi (44) dari Genteng Banyuwangi.
Sementara itu, KN SAR 249 Permadi diberangkatkan pada Kamis (03/07) menuju Selat Bali untuk membantu upaya pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya. Kapal ini dengan 13 kru berangkat dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya pukul 05.30 WIB dan diperkirakan tiba di perairan Selat Bali pada pukul 14.30 WIB.