4 Fakta Penting Kunjungan Mewah Donald Trump ke Timur Tengah
Jakarta, PANGKEP NEWS – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru saja menyelesaikan serangkaian perjalanan singkat ke wilayah Timur Tengah. Dalam waktu empat hari, ia mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Kunjungan tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan di bidang ekonomi, pertahanan, dan diplomasi regional dengan ketiga negara tersebut.
1. Perdagangan dan Kerjasama
Selama berada di Arab Saudi, Trump menandatangani kesepakatan investasi strategis sebesar US$600 miliar dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Perjanjian ini mencakup penjualan senjata senilai US$142 miliar, kerja sama di bidang energi, serta kolaborasi antara NASA dan Badan Antariksa Saudi.
Di Qatar, Trump mengumumkan perjanjian dengan Boeing senilai US$96 miliar dan investasi di bidang pertahanan dengan Raytheon dan General Atomics. Ia juga mengusulkan pembicaraan nuklir dengan Iran, dengan syarat Iran mengurangi pengayaan uranium dan menghentikan dukungan terhadap terorisme.
Di UEA, Trump menghadiri acara bisnis dan menerima penghargaan Order of Zayed, selain juga mengumumkan pembangunan pusat data AI terbesar di luar AS di Abu Dhabi bekerja sama dengan perusahaan G42.
2. Mendapat Pujian dari Demokrat
Beberapa anggota Partai Demokrat memuji langkah Trump yang mencabut sanksi terhadap Suriah dan bertemu dengan pemimpin baru negara itu. Mereka berpendapat bahwa ini bisa memberikan kehidupan ekonomi baru bagi Suriah dan membantu menata kembali kawasan tersebut.
Pujian datang dari tokoh-tokoh seperti Leon Panetta, Rep. Jim Himes, dan Sen. Chris Murphy. Mereka mengakui bahwa Trump menangani sebagian besar kunjungannya ke Timur Tengah dengan baik.
3. Pertama Kalinya Pergi Tanpa Ibu Negara
Berbeda dengan kunjungan sebelumnya ke Arab Saudi pada tahun 2017, kali ini Trump melakukan perjalanan tanpa didampingi Ibu Negara, Melania Trump. Sepanjang kunjungan, ia menghabiskan waktu bersama raja, pangeran, dan pemimpin bisnis hingga larut malam.
Keluarganya memainkan peran lebih kecil dalam pemerintahan keduanya. Putrinya, Ivanka Trump, yang sebelumnya menjadi penasihat senior, kini telah meninggalkan dunia politik. Sementara Jared Kushner, yang memberikan nasihat sebelum perjalanan, tidak ikut serta.
4. Kunjungan yang Megah dan Mewah
Trump, yang dikenal sebagai mantan bintang acara realitas televisi, memahami seni pertunjukan kepresidenan, terutama selama perjalanan internasional. Setiap negara yang dikunjungi memberikan sambutan yang megah untuk memperkuat hubungan mereka dengan Trump.
Di Arab Saudi, Putra Mahkota MBS menyambut dengan karpet ungu kerajaan, terompet, dan penghormatan senjata sebanyak 21 kali. Di Doha, iring-iringan mobil kepresidenan dipandu oleh armada Tesla Cybertruck merah. Di Abu Dhabi, Trump disambut dengan genderang, anak-anak yang melambaikan bendera, dan tarian tradisional Teluk.