Jakarta –
Kelima anggota band asal Meksiko, Fugitivo, ditemukan tewas setelah diduga dibunuh oleh kartel narkoba setempat.
Sembilan orang yang diduga anggota kartel narkoba telah ditangkap terkait pembunuhan para musisi ini, menurut Jaksa Penuntut Umum Irving Barrios, Jumat (30/5/2025).
Sebelumnya, kelima korban dilaporkan hilang selama lima hari. Mereka terakhir kali terlihat saat menggelar konser di bagian timur laut Meksiko.
Pihak keluarga melaporkan hilangnya para anggota band kepada polisi setelah mereka terakhir terlihat pada Minggu (25/5) di Reynosa, negara bagian Tamaulipas, yang berbatasan dengan Amerika Serikat.
Para anggota band tersebut disewa untuk tampil dalam konser, tetapi ketika tiba di lokasi, mereka hanya menemukan tanah kosong. Keluarga kemudian meminta polisi untuk melakukan pencarian.
Penyelidik menggunakan rekaman video pengawasan dan pelacakan ponsel untuk melacak pergerakan para musisi tersebut, ujar Barrios. Mereka diyakini diculik Minggu malam saat menuju acara pribadi dengan kendaraan.
Hasil investigasi mengungkapkan bahwa kelima korban dibunuh oleh kartel narkoba. Polisi menyita sembilan senjata api dan dua kendaraan dari sembilan tersangka pelaku pembunuhan.
Penegak hukum telah menangkap sembilan orang yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan ini. Mereka diketahui sebagai anggota dari Kartel Teluk, kata Barrios.
Tamaulipas dikenal sebagai salah satu negara bagian paling berbahaya di Meksiko karena aktivitas geng yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan migran, serta kejahatan lain seperti pemerasan.
Kekerasan kriminal telah mengakibatkan lebih dari 480.000 kematian di Meksiko sejak 2006 dan sekitar 120.000 orang dilaporkan hilang.
Musisi Meksiko sebelumnya juga pernah menjadi target kelompok kriminal yang memaksa mereka untuk menggubah dan membawakan lagu-lagu yang memuliakan pemimpin mereka.