5 Parfum Terkemuka yang Menggunakan Kemenyan dan Harganya, Termasuk LV hingga Gucci
Jakarta – Banyak yang mungkin belum menyadari bahwa kemenyan adalah salah satu komoditas perkebunan ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan, kemenyan dari Indonesia sangat diminati di pasar Eropa.
Kemenyan, yang dikenal secara internasional sebagai incense, sering dijadikan bahan dasar dalam pembuatan parfum. Kemenyan memberikan aroma aromatik dan smoky pada parfum.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming baru-baru ini mengungkapkan bahwa kemenyan ternyata banyak digunakan oleh berbagai merek mewah dunia sebagai bahan dasar parfum mereka, termasuk Louis Vuitton dan Gucci. Beliau menggarisbawahi bahwa potensi kemenyan sering kali diremehkan dan dianggap hanya berguna untuk keperluan mistis, padahal nilainya setara dengan nikel.
“Kemenyan itu sama berharganya dengan nikel, namun kita cenderung menjualnya dalam bentuk mentah,” ujar Wapres, yang mendorong hilirisasi kemenyan di Indonesia.
Parfum Mewah yang Menggunakan Kemenyan
Berikut adalah beberapa parfum dari merek terkemuka yang memanfaatkan kemenyan sebagai salah satu bahan utamanya:
- Nuit de Feu – Louis Vuitton. Harga Rp 7.350.000
- A Midnight Stroll – Gucci. Harga Rp 6.500.000
- Gucci pour Homme – Gucci. Harga Rp 1.900.000
- Terrible Teddy – Penhaligon. Harga Rp 5.500.000
- Shalimar – Guerlain. Harga Rp 2.700.000
Ekspor Kemenyan Indonesia
Indonesia telah lama menjadi pengekspor kemenyan. Menurut data BPS, negara-negara yang menjadi pembeli utama kemenyan Indonesia adalah China, Prancis, Bangladesh, Mesir, dan India.
Volume ekspor kemenyan pada tahun 2024 mencapai 43.069 ton, mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 45.505 ton. Namun, nilai ekspornya justru meningkat menjadi US$ 52 juta pada tahun 2024 dari sebelumnya US$ 49 juta di tahun 2023.
Di negara-negara tujuan ekspor tersebut, getah atau resin dari tanaman Styrax benzoin banyak dipergunakan dalam industri kosmetik, makanan, hingga medis.