7 Kebiasaan Belanja Kelas Menengah yang Tidak Ditemukan pada Orang Kaya
Jakarta – Gaya belanja masyarakat kelas menengah sering kali menyeimbangkan antara kebutuhan penting dan keinginan gaya hidup. Meski terkadang menikmati makan di luar dan bepergian, mereka tetap mampu menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi.
Zach Larsen, CEO Pineapple Money, mengungkapkan bahwa kelas menengah sering berada di antara keinginan memenuhi kenyamanan hidup dan tekanan finansial. “Banyak yang fokus pada kebutuhan rumah yang layak, kendaraan andal, dan pendidikan anak. Tabungan pensiun dan asuransi juga menjadi prioritas,” jelas Zach pada Sabtu (9/8/2025).
Di sisi lain, laporan dari PANGKEP NEWS menunjukkan bahwa sebagian besar responden dari kalangan kelas menengah berencana menyimpan uang mereka apabila ada tambahan pemasukan. Sebaliknya, kelompok berpenghasilan rendah cenderung melunasi utang, sedangkan orang kaya lebih memilih untuk menginvestasikannya.
Berikut adalah tujuh kebiasaan belanja kelas menengah yang jarang ditemukan pada orang kaya:
1. Cicilan
Banyak orang kelas menengah terbebani oleh utang seperti kredit rumah, pinjaman mobil, dan pinjaman mahasiswa. Berbeda dari orang kaya yang lebih sering menggunakan utang untuk membeli aset produktif seperti properti, kelas menengah cenderung membeli barang konsumtif dengan cara kredit.
“Kendaraan mahal, barang mewah, atau kebutuhan non-esensial sering kali dibeli dengan utang,” kata Jacquesdu Toit, seorang pakar keuangan.
2. Gadget Terbaru
Kelas menengah sering membeli produk bermerek yang bukan barang mewah, seperti gadget, pakaian, atau peralatan rumah tangga. “Kadang mereka merasa harus mengikuti tren, meskipun harus berutang,” kata Whaley.
3. Biaya Pendidikan
Investasi besar dalam pendidikan menjadi fokus utama bagi kelas menengah, baik untuk sekolah swasta maupun universitas. Menurut Rob Whaley dari Horizon Finance Group, pendidikan dianggap sebagai cara untuk meningkatkan status sosial dan ekonomi.
Namun, Toit mengingatkan bahwa pendidikan juga bisa menjadi jebakan jika tidak sesuai dengan minat atau prospek pekerjaan. “Misalnya, mengambil jurusan seni murni memang sesuai dengan passion, tetapi belum tentu menjamin pendapatan yang stabil,” katanya.
4. Properti di Pinggir Kota
Kepemilikan rumah merupakan pengeluaran besar lainnya. Marc Afzal, CEO Sell Quick California, menyatakan bahwa kelas menengah cenderung membeli rumah di pinggiran kota demi mendapatkan ruang dan kenyamanan, berbeda dengan orang kaya yang memiliki properti premium dan kalangan bawah yang lebih sering menyewa.
5. Mobil Mahal dengan Cicilan Panjang
Mary Vallieu, seorang pelatih keuangan, mencatat bahwa banyak keluarga kelas menengah membeli mobil dengan harga antara Rp800 juta hingga Rp1 miliar dengan cicilan selama tujuh atau delapan tahun. Sementara itu, orang kaya membeli mobil secara tunai dan kelompok miskin biasanya menggunakan mobil bekas atau mendapatkan dari keluarga.
6. Paket Wisata
Sebagai pengganti liburan eksklusif ala orang kaya, kelas menengah lebih memilih paket wisata yang dianggap hemat namun tetap memberikan pengalaman. Konser, acara hiburan, dan perjalanan juga menjadi pengeluaran rutin mereka.
7. Peralatan Dapur Mahal
Kelas menengah cenderung membeli versi lebih baik dari kebutuhan dasar seperti ponsel mahal dan alat dapur premium. “Mereka tidak selalu memilih barang terbaik, tetapi tetap menginginkan fitur lebih,” jelas Jake Claver dari Digital Ascension Group.
Meskipun kelas menengah dapat menikmati gaya hidup yang lebih nyaman, para ahli menyarankan agar pengeluaran mereka tetap diarahkan untuk menciptakan keamanan finansial jangka panjang.
“Salah satu kunci untuk membangun kekayaan adalah menyesuaikan belanja dengan nilai dan manfaat jangka panjang,” kata Toit. Dia menegaskan pentingnya berinvestasi, membangun bisnis, dan mengotomatisasi pengelolaan keuangan.
“Tujuannya bukan sekadar memiliki penghasilan, tetapi membangun gaya hidup berkelanjutan yang memungkinkan pertumbuhan tanpa tekanan finansial berlebihan,” tambahnya.