Enam Kebiasaan Orang Jepang untuk Hidup Lebih Lama
Jakarta – Memiliki kehidupan yang sehat dan tetap bugar hingga usia tua adalah impian banyak orang. Di Jepang, hal ini bukan sekadar impian; banyak penduduknya yang berhasil mencapai usia lebih dari 100 tahun, dikenal sebagai centenarian. Jepang memiliki rata-rata angka harapan hidup yang tinggi, yaitu 83,89 tahun. Bahkan, jumlah centenarian di negeri ini terus meningkat setiap tahun.
Pulau Okinawa dikenal sebagai lokasi dengan populasi centenarian terbesar, mendapat julukan sebagai pulau dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Prestasi ini tentunya menunjukkan pentingnya gaya hidup dan kebiasaan sehat yang diterapkan oleh masyarakat Jepang. Jadi, apa saja rahasia di balik panjangnya umur mereka?
Berikut adalah beberapa kebiasaan dan gaya hidup orang Jepang yang mendukung umur panjang, sebagaimana dijelaskan oleh Bradley Willcox, ahli geriatri dari Universitas Hawaii dan Direktur Pusat Penelitian Penuaan Kuakini, dalam wawancaranya dengan PANGKEP NEWS.
1. Bersikap Positif
Para centenarian di Jepang cenderung memiliki sikap positif. Mereka umumnya optimistis dan memiliki pendekatan hidup yang riang. Penduduk Okinawa memiliki konsep ‘ikigai’, yang berarti tujuan hidup dalam bahasa Jepang, yang membuat mereka bersemangat setiap pagi. Seorang pria berusia 102 tahun menyatakan bahwa ‘ikigai’-nya adalah dua ekor banteng yang ia rawat setiap hari.
2. Tak Pernah Pensiun
Di Okinawa, tidak ada kata pensiun. Karena tidak mengenal istilah pensiun, penduduk di pulau ini terus melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka petani, mereka terus bekerja di ladang sampai tidak mampu lagi bergerak.
Beraktivitas secara berkelanjutan membantu mereka mencapai kepuasan hidup dan menurunkan biaya perawatan kesehatan. Orang-orang yang tetap aktif secara fisik dan mental sepanjang hidup adalah orang-orang yang sehat.
3. Bergabung dengan Kelompok Sosial ‘Moai’
Okinawa memiliki keluarga besar dan jaringan dukungan sosial yang kuat. Komunitas mereka sangat erat dan semua orang saling mengenal.
Mereka mengadakan pertemuan sosial dalam kelompok yang disebut ‘moai’. Para wanita biasanya mengobrol ringan, minum teh hijau, dan menikmati makanan penutup. Umumnya, mereka senang berkumpul bersama.
Okinawa memiliki biaya perawatan kesehatan terendah di Jepang karena penduduknya yang sehat. Kontak sosial yang terjalin membuat orang lebih bahagia dan sehat.
4. Jarang Stres
Orang Okinawa memiliki kepribadian yang tahan terhadap stres. Peneliti di Hawaii menemukan gen ketahanan stres, disebut FOXO3A, yang terkait dengan umur panjang manusia.
Gen ini melindungi dari efek buruk penyakit dan tekanan lainnya pada tubuh. Orang Okinawa memiliki persentase gen ini yang lebih tinggi.
5. Menjalankan Spiritualitas
Orang Okinawa sangat spiritual. Setiap tahun, mereka mengunjungi makam leluhur dan berbicara dengan mereka seolah-olah mereka masih ada.
Mereka mempertahankan hubungan ini dari generasi ke generasi. Mereka memiliki agama asli dan percaya bahwa ada energi spiritual dalam segala sesuatu.
Ada hutan keramat di sekitar Okinawa, tempat wanita bermeditasi dan berdoa untuk kedamaian dan kesehatan.
6. Berlatih ‘Hara Hachi Bu’, Makan untuk Kesehatan dan Olahraga
Orang Okinawa percaya bahwa tubuh adalah kuil sehingga harus dijaga. Karena itu, mereka sangat memperhatikan apa yang mereka konsumsi.
Mereka mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang dan umumnya tidak merokok. Penduduk Okinawa sangat aktif. Asupan kalori mereka seimbang dengan aktivitas fisik, sehingga mereka membakar banyak lemak. Mereka cenderung mengonsumsi makanan nabati yang rendah kalori.
Sumber karbohidrat utama mereka adalah ubi jalar, yang rendah glikemik dan mengandung flavonoid yang membantu kesehatan secara keseluruhan.
Mereka makan lebih dari satu kilogram sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan setiap hari. Mereka juga mempraktikkan ‘hara hachi bu’ dan makan hanya sampai 80% kenyang.