Jakarta, PANGKEP NEWS Indonesia
Israel memiliki sejarah panjang dalam konflik. Tak hanya dengan Palestina, yang terbaru adalah serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.
Biasanya, negara yang terlibat konflik mengalami kesulitan ekonomi sebab anggaran negara banyak dialokasikan untuk kebutuhan perang. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Israel. Bahkan, negara ini mampu mempertahankan statusnya sebagai salah satu negara terkaya di dunia.
Pada kuartal pertama 2025, ekonomi Israel masih menunjukkan pertumbuhan, meskipun sedikit, yaitu 3,4%, sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 3,5%. Jadi, apa yang membuat ekonomi Israel begitu kuat?
Secara umum, rahasia kekuatan ekonomi Israel terletak pada tenaga kerja yang berpendidikan tinggi, kemajuan teknologi, dan letak geografis yang strategis.
Israel dikenal dengan industrinya yang maju sejak tahun 1970-an, berbeda dengan negara Timur Tengah lainnya yang bergantung pada minyak bumi.
Menurut BBC, kemajuan industri di Israel dipengaruhi oleh banyaknya tenaga ahli yang pindah dari Eropa selama Perang Dunia II untuk menghindari persekusi. Pada 1970-an, industri yang berkembang pesat di Israel meliputi pupuk, pestisida, farmasi, bahan kimia, plastik, dan logam berat.
Di tahun 1980-an, banyak orang yang bekerja di Silicon Valley pindah ke Israel dan mendirikan pusat penelitian dan pengembangan untuk perusahaan teknologi AS seperti Microsoft, IBM, dan Intel.
Selanjutnya, pada tahun 1990-an, insinyur berbakat dari negara-negara bekas Uni Soviet juga bermigrasi ke Israel, menambah sumber daya manusia yang terampil. Tak mengherankan, perusahaan teknologi baru terus bermunculan bagaikan jamur di musim hujan.
Sektor teknologi yang sebelumnya hanya menyumbang 37 persen dari produk industri meningkat menjadi 58 persen pada 1985, dan kembali naik menjadi 70 persen pada 2006.
Banyaknya perusahaan besar di bidang teknologi tentunya memberikan pemasukan besar bagi Pemerintah Israel dari sisi pajak, devisa, ataupun penyerapan tenaga kerja. Ini belum termasuk royalti dari paten-paten yang dihasilkan perusahaan Israel.
Negara ini juga menerima banyak pendanaan untuk pengembangan riset dan teknologi dari berbagai negara seperti AS, Kanada, Italia, Austria, Perancis, Irlandia, Belanda, Spanyol, China, Turki, India, dan Jerman.
Meskipun memiliki sejarah panjang konflik dengan Palestina, Israel justru memiliki hubungan baik dengan beberapa negara Arab lainnya, salah satunya adalah Uni Emirat Arab (UEA). Negara Yahudi ini menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan UEA.
Faktor lain yang berpengaruh besar adalah kedekatan Israel dengan Amerika Serikat sebagai negara superpower dunia. Sebagai sekutu, Israel tentu mendapatkan banyak dukungan dari Amerika Serikat, termasuk dukungan ekonomi.