Jakarta, PANGKEP NEWS
Keamanan di Yordania semakin tegang setelah Angkatan Udara negara tersebut berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang melintasi wilayah udaranya pada Jumat (13/6/2025). Tindakan militer ini diambil setelah analisis strategis menunjukkan bahwa proyektil tersebut berpotensi jatuh di dalam wilayah Yordania, termasuk daerah yang padat dengan penduduk sipil.
Menurut laporan dari kantor berita resmi Yordania, Petra News Agency, seorang pejabat militer senior yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa intersepsi ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keamanan nasional dan mencegah ancaman langsung kepada warga negara.
Pejabat tersebut menjelaskan, “Intersepsi dilakukan berdasarkan evaluasi militer yang menunjukkan bahwa rudal dan drone itu kemungkinan besar akan jatuh di wilayah Yordania, terutama di area padat penduduk, sehingga mengancam keselamatan warga sipil,” seperti dilaporkan oleh The Associated Press.
Lebih lanjut, pejabat itu menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Yordania bekerja tanpa henti untuk menjaga kedaulatan negara di seluruh perbatasan, baik darat, laut, maupun udara.
“Angkatan Bersenjata Kerajaan Yordania beroperasi sepanjang waktu untuk melindungi perbatasan negara di darat, laut, dan udara, dan tidak akan mengizinkan pelanggaran wilayah udara Yordania dalam situasi apa pun,” tegasnya.
Sementara itu, militer Yordania menyatakan bahwa semua unit pertahanannya kini dalam status siaga tinggi untuk mengantisipasi segala kemungkinan eskalasi yang dapat mengancam keamanan negara.
“Semua unit kami dalam kesiagaan tertinggi dan memantau perkembangan situasi secara intensif,” ujar seorang pejabat militer dalam pernyataan resmi.
Pemerintah Yordania, melalui Menteri Negara Urusan Komunikasi dan Juru Bicara Pemerintah, Mohammad al-Momani, menegaskan bahwa Yordania tidak akan membiarkan wilayah udaranya digunakan sebagai jalur serangan atau balasan antara pihak-pihak yang bertikai.
“Kami tidak akan mengizinkan pelanggaran wilayah udara kami, dan kami menolak menjadi medan pertempuran bagi konflik apa pun,” tegasnya.
Pernyataan tegas dari pemerintah dan militer Yordania muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat aksi militer Israel terhadap Iran, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas melampaui perbatasan dua negara tersebut. Sejumlah negara di kawasan juga telah meningkatkan kewaspadaan, termasuk memperketat pertahanan udara mereka.
Yordania, yang terletak di lokasi strategis Timur Tengah, kini menghadapi tantangan serius untuk menyeimbangkan posisi netralnya dengan kewajiban mempertahankan kedaulatan dan keselamatan rakyatnya.
Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa akibat insiden intersepsi tersebut. Namun, pihak militer menyatakan akan terus memantau perkembangan secara ketat dan menanggapi setiap ancaman dengan tindakan yang diperlukan.