Kolaborasi Bank dan Fintech P2P Lending Semakin Dekat
Jakarta, PANGKEP NEWS — Hubungan kerja sama antara bank dan fintech lending semakin kuat. Ini tercermin dari dana yang disalurkan bank kepada platform P2P lending.
Menurut Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, kolaborasi antara bank dan fintech merupakan salah satu peluang bisnis yang berkontribusi dalam fungsi intermediasi, terutama untuk menjangkau sektor UMKM.
Beliau menyatakan, hingga Februari 2025, total pinjaman yang disalurkan kepada perusahaan teknologi keuangan (fintech) mencapai Rp80,07 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi dari perbankan sebagai pemberi pinjaman mencapai Rp49,40 triliun atau 61,69% dari keseluruhan pinjaman yang disalurkan.
Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan dari posisi Desember 2024, yaitu Rp46,07 triliun atau 59,88% dari total penyaluran pinjaman sebesar Rp76,95 triliun.
“Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan akses dan layanan keuangan bagi masyarakat untuk mendukung pendalaman dan perluasan inklusi keuangan,” ujarnya dalam pernyataan resmi pada Jumat (13/6).
Dian menambahkan bahwa perbankan diharapkan dapat memperkuat manajemen risiko kredit dan penerapan tata kelola yang baik dalam penyaluran kredit kepada atau melalui perusahaan P2P lending sebagai mitra.
“Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini, perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap kerja sama dengan mitra, termasuk penilaian kinerja dan kelayakan mitra,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, OJK telah mengeluarkan pedoman mengenai kerja sama antara bank dan fintech yang dapat digunakan sebagai panduan dalam memberikan penilaian profesional terhadap kebutuhan kerja sama tersebut.
“Dengan demikian, kerja sama yang terjalin tetap dalam koridor penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” tutupnya.