Jakarta, PANGKEP NEWS
– Jakarta merayakan hari jadinya yang ke-498, menguatkan semangat untuk melestarikan budaya Betawi. Salah satu kontribusi nyata adalah melalui produk lokal yang menonjolkan kekayaan cita rasa dan warisan kuliner, yaitu Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun.
Produk UMKM ini menyimpan kisah panjang mengenai tradisi, identitas, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Mpok Mumun memulai babak baru dalam hidupnya di usia 60 tahun, dengan memadukan kelezatan Betawi dengan sentuhan modern dan digital melalui platform Shopee.
“Bisnis ini bermula dari pengamatan dan cerita anak saya yang berkecimpung di dunia penerbangan. Setiap kali ia bepergian, teman-temannya selalu bertanya, ‘Apa oleh-oleh khas Jakarta?’ Dari situ saya melihat peluang ini sebagai kesempatan yang menarik. Pertanyaan itu menjadi panggilan dan semangat untuk melestarikan kuliner Betawi melalui camilan khas yang dikemas secara modern,” ujar Mpok Mumun, pemilik Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun dalam keterangan tertulis, Senin (30/6/2025).
Meski baru berdiri sejak 2022, bisnis ini terus bertahan dan mendapatkan tempat di hati banyak orang, mulai dari pejabat, karyawan swasta, hingga masyarakat umum yang ingin membawa pulang cita rasa Jakarta untuk keluarganya di kota tujuan.
Kemasan Ikonik Jakarta, Rasa Otentik Betawi
Perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar datang dari keterbatasan modal. Mpok Mumun membangun usaha ini dari tabungan pribadi tanpa dukungan perbankan atau pihak ketiga, setelah dua usaha sebelumnya mengalami kegagalan dan penurunan omzet signifikan.
Belajar dari pengalaman, Mpok Mumun kali ini tidak main-main, menerapkan strategi diferensiasi produk serta aktif melakukan riset dan pengembangan, termasuk dalam kemasan dan penggunaan platform digital, Shopee, untuk menjangkau pelanggan lebih luas.
Berbagai camilan tradisional Betawi menjadi andalan brand ini, seperti Dodol Betawi, Bir Pletok, Akar Kelapa, Biji Ketapang, hingga Kue Gambang. Di antara semua produk, Dodol Betawi menjadi produk andalan yang paling laris di Shopee. Resepnya merupakan warisan turun-temurun dari leluhur, yang biasa disajikan dalam acara keluarga dan hajatan.
Camilan ini mampu bertahan lintas generasi dan tetap relevan hingga kini. Untuk memperkuat identitas budaya, kemasan produk Mpok Mumun dirancang dengan elemen khas kota Jakarta, seperti ilustrasi Monas, Lapangan GBK, dan ikon-ikon kota Jakarta lainnya yang menarik.
Kolaborasi Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun dengan Shopee dimulai sejak November 2022. Keputusan untuk bergabung didasarkan pada fakta bahwa Shopee adalah salah satu marketplace yang banyak digandrungi masyarakat.
Berdasarkan riset internal, Shopee tercatat sebagai marketplace dengan angka kunjungan dan traffic konsumen tertinggi. Sejak bergabung, lebih dari 80% omzet penjualan Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun berasal dari Shopee.
“Sekali lagi kami bersyukur, perjalanan bersama Shopee dengan fitur Shopee Live, Shopee Video, dan Shopee Affiliate menjadi salah satu tonggak penting dalam pertumbuhan brand kami, membuktikan bahwa pelestarian budaya lokal bisa berjalan seiring dengan adaptasi teknologi digital,” tuturnya.
Walau awalnya belajar otodidak lewat YouTube, Mpok Mumun tidak menyerah untuk terus belajar cara berjualan digital bersama komunitas UMKM Jakarta.
Akibatnya, penjualan meningkat pesat, jumlah karyawan bertambah dari yang awalnya dua kini menjadi delapan, dan berhasil membuka toko fisik di Jakarta. Konsumen datang tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai kota lain di Indonesia. Beberapa di antaranya menjadi pelanggan setia dan ikut menjadi reseller produk Mpok Mumun. Saat ini, Oleh-Oleh Jakarta juga sedang mengikuti pelatihan ekspor melalui program Shopee Seller Ekspor.
Hadiah untuk Ibukota: ‘Rasa Jakarta, Cerita Kita’
Tak ketinggalan, dalam merayakan hari spesial Jakarta, Mpok Mumun juga mempersembahkan sesuatu yang lebih dari sekadar oleh-oleh. Sebagai bentuk cinta terhadap Ibu Kota, Mpok Mumun tengah menyiapkan peluncuran produk baru: Kue Gambang edisi khusus HUT Jakarta, dengan tagline penuh makna “Rasa Jakarta, Cerita Kita.”
Lebih dari camilan biasa, varian terbaru ini hadir sebagai simbol bahwa kuliner Betawi masih hidup dan akan terus hidup bersama mereka yang peduli. Dikenal sebagai salah satu kue tradisional yang hampir punah, Kue Gambang diangkat kembali oleh Mpok Mumun dalam kemasan modern yang menarik, namun tetap menjaga keaslian rasa dan kekayaan cerita budayanya.
Di sisi lain, Mpok Mumun mengungkapkan harapan besar bagi Jakarta yang hampir berusia 5 abad. Jakarta adalah kota kelahirannya, dan ia berharap kota ini semakin ramah terhadap pelaku UMKM.
“Semoga Jakarta semakin ramah terhadap UMKM. Kota ini adalah rumah bagi banyak pelaku usaha kecil yang bertumbuh menjadi besar. Tempat untuk bermimpi dan mewujudkan usaha dari nol. Kepada generasi muda, kalian adalah penerus budaya. Jangan hanya menjadi penikmat, tetapi kenalilah, cintailah, dan lestarikan warisan kuliner lokal kita. Jadilah penjaga dan penggeraknya,” tandasnya.