Jakarta, PANGKEP NEWS Indonesia
Keberhasilan dan kekayaan tidak hanya dimonopoli oleh pria. Di Indonesia, Marina Budiman muncul sebagai figur penting dalam industri teknologi dan sekarang menjadi salah satu individu terkaya di Indonesia menurut Forbes.
Berdasarkan data dari Forbes Real-Time Billionaire, kekayaan Marina meningkat drastis baru-baru ini, seiring dengan kenaikan harga saham di perusahaan data center miliknya, DCI Indonesia (DCII).
Marina saat ini menempati posisi ke-6 dalam daftar orang terkaya di Indonesia, yang sebagian besar terdiri dari pria, dan berhasil melampaui beberapa nama besar seperti Keluarga Tahir, TP Rachmat, hingga Sukanto Tanoto dan Martua Sitorus.
Kekayaan Marina saat ini diperkirakan mencapai US$ 9,3 miliar atau sekitar Rp 151,68 triliun (dengan kurs Rp16.310) menjadikannya wanita terkaya di Indonesia. Dalam satu hari saja, hartanya bertambah sebesar US$ 1,4 miliar atau Rp 22,83 triliun.
Peningkatan kekayaannya yang signifikan tidak lepas dari kepemilikan saham di perusahaan penyedia data center, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), yang harga sahamnya kembali melonjak tinggi dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, saham DCII dalam beberapa sesi perdagangan mampu naik 20% dan mencapai batas auto reject atas (ARA).
Saat ini, DCII tercatat sebagai saham termahal dengan harga 288.950 per lembar. Dalam waktu satu minggu, saham ini melonjak hampir 90% dan sejak awal tahun, saham DCII terpantau naik hampir 600%.
Untuk informasi tambahan, Marina saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris DCII sejak 2016. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur DCII pada tahun 2012. Marina mendirikan DCII pada tahun 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia.
Dalam latar belakang pendidikannya, Marina meraih gelar Bachelor di bidang keuangan dan ekonomi dari University of Toronto pada tahun 1985.
Kariernya dimulai sebagai Account Officer di PT Bank Bali pada tahun 1985. Ia kemudian bergabung dengan PT Sigma Cipta Caraka sebagai Project Manager dari tahun 1989 hingga 2000, sebagai Chief Financial Officer dari 2000 hingga 2008, dan sebagai Sales and Delivery Director dari 2008 hingga 2010.
Marina bekerja bersama Toto Sugiri di Bank Bali pada tahun 1985 dan bergabung dengan perusahaan IT Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989.
Marina juga mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia, pada tahun 1994. Ia dan para pendiri lainnya menjual saham mereka pada tahun 2023.