Sri Mulyani Melaporkan ke Prabowo, Defisit APBN 2025 Meningkat Jadi 2,78%
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan mencapai angka 2,78% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir tahun 2025.
Laporan ini disampaikan oleh Sri Mulyani kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada hari Selasa, (24/5/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani dan Presiden membahas mengenai APBN 2025 dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026 yang akan dipresentasikan oleh Presiden pada 15 Agustus 2025 di hadapan DPR.
“Kami menyampaikan bahwa proyeksi tahun 2025 untuk APBN akan mengalami defisit sebesar 2,78% dari PDB. Hal ini disebabkan oleh faktor penerimaan dan pengeluaran negara,” jelas Sri Mulyani.
Defisit yang diproyeksikan ini bernilai sekitar Rp 662 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal yang mencapai 2,53% atau sekitar Rp 616 triliun. Sementara itu, hingga bulan Mei 2025, APBN telah mengalami defisit sebesar Rp 21 triliun atau 0,09% terhadap PDB.