Pil Kontrasepsi Pria Sebentar Lagi Hadir
Jakarta, PANGKEP NEWS – Selama bertahun-tahun, kontrasepsi oral hanya tersedia bagi wanita. Pria selama ini hanya bisa mengandalkan kondom atau vasektomi sebagai pilihan.
Kini, kemajuan besar dalam dunia medis tampaknya akan segera terjadi dengan munculnya YCT-529, kontrasepsi pria nonhormonal yang saat ini sedang menjalani uji klinis tahap 2. Pil ini menawarkan cara baru untuk menekan produksi sperma yang subur.
Obat ini diciptakan oleh perusahaan bioteknologi Amerika Serikat, YourChoice Therapeutics. Tidak seperti metode sebelumnya yang mengandalkan hormon, YCT-529 bekerja dengan menargetkan protein bernama retinoic acid receptor alpha yang penting dalam produksi sperma.
YCT-529 menandai titik balik dalam pendekatan kontrasepsi pria yang sebelumnya banyak bergantung pada penekanan hormon dengan testosteron atau kombinasi hormon lainnya.
Metode Baru yang Minim Efek Samping
“Cara berbasis hormon sering kali memicu efek samping yang tidak diinginkan, seperti perubahan mood, masalah ereksi, dan penurunan massa otot,” ujar Giuliano Aita, ahli urologi dan anggota dari Masyarakat Urologi Brasil.
“YCT-529 adalah inovasi karena tidak mengganggu jalur hormon seks pria,” tambahnya.
Dr. Alex Meller, ahli urologi dan profesor di Fakultas Kedokteran Paulista, Universitas Federal São Paulo, menyatakan bahwa pendekatan nonhormonal ini dapat meningkatkan penerimaan di kalangan pria.
“Kontrasepsi pria yang telah diuji sebelumnya biasanya dikombinasikan dengan progesteron atau penghambat testosteron. Meskipun dirancang untuk bekerja secara lokal, senyawa tersebut cenderung menimbulkan efek samping seksual,” katanya.
YCT-529 telah menyelesaikan uji klinis tahap 1, meskipun hasilnya belum dirilis secara publik. Saat ini, uji klinis tahap 2 sedang berlangsung di Selandia Baru, dengan melibatkan pria yang bersedia tidak memiliki anak atau sedang menunggu prosedur vasektomi.
Menurut Aita, agar dapat dipasarkan secara luas, obat ini harus terbukti aman, efektif, dan dapat mengembalikan kesuburan dalam studi berskala besar.
Sementara wanita telah memiliki beragam pilihan kontrasepsi, perkembangan teknologi serupa untuk pria masih lambat. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas produksi sperma yang berlangsung terus-menerus dalam jumlah besar.
Jika YCT-529 terus menunjukkan hasil positif dalam uji klinis mendatang, obat ini bisa menjadi tambahan yang sangat diperlukan dalam dunia reproduksi. Ini akan memberikan pria alternatif kontrasepsi yang dapat diandalkan dan dapat dibalik, sesuatu yang hingga kini masih menjadi kekosongan besar dalam strategi kontrasepsi global.