Jakarta, PANGKEP NEWS
Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia atau yang dikenal dengan 17-an, banyak pedagang pernak-pernik mulai bermunculan. Di antaranya adalah para penjual bendera, bambu, dan juga umbul-umbul.
Kemeriahan Hari Kemerdekaan tidak hanya dirasakan oleh penjual bendera, tetapi juga para pedagang pakaian adat. Berdasarkan pengamatan PANGKEP NEWS di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa sore (5/8/2025), terutama di Blok A, para penjual pakaian adat mulai banyak diminati oleh pelanggan.
Walaupun suasana tampak sepi, beberapa pedagang pakaian adat mengungkapkan adanya peningkatan pesanan, khususnya bagi pelanggan yang ingin memesan baju adat. Lunna, salah satu pedagang baju adat, menyatakan bahwa pesanan mulai meningkat meskipun sebagian besar berasal dari penjualan online.
Lunna mengungkapkan, “Di waktu seperti ini sudah mulai banyak yang memesan baju adat menjelang 17-an, meskipun masih ada beberapa hari lagi.”
Ketika ditanya mengenai sepinya pelanggan yang datang langsung, Lunna menyebutkan bahwa pesanan lebih banyak datang melalui online, terutama dari penyewa baju adat.
Dia menambahkan, “Pengunjung yang datang langsung memang tidak banyak, tetapi pesanan online cukup banyak, terutama dari pelanggan tetap kami yang biasanya menyewa baju adat, terutama saat 17-an, penyewaan baju adat biasanya ramai.”
Lunna juga mengatakan bahwa kondisi penjualan kini lebih baik berkat kebijakan penggunaan baju adat di sekolah-sekolah setidaknya seminggu sekali.
Senada dengan Lunna, Aisyah, pedagang baju adat lainnya, juga menyatakan adanya peningkatan permintaan baju adat menjelang 17 Agustus.
Aisyah mengatakan, “Permintaan baju adat mulai meningkat, kemungkinan dari pihak penyewa yang ingin memesan kepada kami.”
Menurutnya, dibandingkan tahun lalu, penjualan baju adat saat ini cukup stabil.
“Penjualan sejauh ini masih stabil, tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tetapi mungkin akan lebih ramai menjelang 17-an,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang bendera merah putih mengaku bahwa kondisinya relatif stabil dan masih banyak yang mencari bendera untuk 17-an, meski ada seruan masyarakat yang tidak ingin mengibarkan bendera.
Yadi, salah satu penjual bendera, mengatakan, “Yang mencari bendera masih cukup banyak, termasuk pernak-pernik lain seperti bendera kecil, umbul-umbul, dan pakaian merah-putih.”
Banyak juga yang mencari bambu untuk memasang bendera atau umbul-umbul, namun karena harga bambu yang cukup mahal dan langka, Yadi hanya menjual dalam jumlah terbatas.
“Banyak yang cari bambu untuk bendera atau umbul-umbul, tapi karena bambu mahal, kami jual tidak banyak,” ungkap Yadi.
Romi, pedagang bendera sekaligus pakaian, menyatakan bahwa penjualan cukup baik, terutama pakaian anak-anak yang terkait dengan 17-an.
“Penjualan bendera standar saja, tetapi pakaian merah putih lebih ramai di sini,” jelas Romi.