Generasi Z Beralih ke Pekerjaan Teknis, Tinggalkan Kantor
Jakarta, PANGKEP NEWS – Tren di kalangan generasi Z yang memilih meninggalkan pendidikan tinggi untuk bekerja di sektor keterampilan teknis (trade jobs) semakin meningkat. Mereka menganggap pekerjaan ini lebih ‘aman’ dengan gaji tinggi dan tanpa perlu menanggung utang kuliah. Meski begitu, riset menunjukkan hasil yang berbeda.
Menurut Fortune, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa banyak pekerjaan teknis memiliki risiko pengangguran dan kecelakaan kerja yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan kantoran. Berdasarkan analisis Yijin Hardware, pekerjaan di bidang administrasi (office admin & support) justru menjadi pilihan tanpa gelar yang paling aman, stabil, dan minim risiko cedera.
Generasi Z banyak tertarik pada pekerjaan seperti teknisi, tukang listrik, hingga tukang ledeng. Pekerjaan ini memang tidak memerlukan gelar sarjana, tetapi sering kali memiliki risiko fisik tinggi, jam kerja yang panjang, dan kondisi kerja yang berat.
Contohnya adalah teknisi turbin angin, pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat di AS tahun lalu, yang harus menghadapi cuaca ekstrem, membawa peralatan seberat 23 kilogram, dan memanjat tangga tinggi untuk bekerja di ruang sempit.
Studi juga menunjukkan bahwa beberapa pekerjaan teknis seperti pengawas bangunan, tukang listrik, dan tukang ledeng memiliki tingkat pengangguran tertinggi. Sementara sektor logging (penebangan kayu), perburuan, perikanan, dan pengelolaan sampah menduduki posisi teratas untuk angka kematian akibat pekerjaan.
Lima pekerjaan tanpa gelar yang paling aman menurut Yijin Hardware adalah:
- Administrasi dan Dukungan Perkantoran
- Pekerja Produksi
- Instalasi dan Perbaikan
- Konstruksi dan Ekstraksi
- Transportasi dan Pemindahan Material
Pekerjaan kantoran dinilai memiliki risiko fisik rendah, permintaan tenaga kerja yang stabil, dan gaji yang cukup layak. Ini menarik bagi Gen Z yang menginginkan stabilitas tanpa harus kuliah.
Ancaman AI dan Perekrutan yang Melambat
Walaupun relatif aman, pekerjaan administrasi tidak lepas dari tantangan. Perkembangan teknologi AI membuat sejumlah perusahaan mengurangi perekrutan di posisi entry-level, termasuk bidang administrasi. Perusahaan global seperti Intel, IBM, dan Google dilaporkan membekukan ribuan posisi yang diprediksi akan digantikan AI dalam lima tahun mendatang.
Namun demikian, Yijin Hardware memperkirakan akan ada 19.000 peluang kerja baru di sektor administrasi dalam dekade mendatang, meskipun jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding sektor transportasi yang mencapai 63.000 peluang.
Ilusi “Pekerjaan Teknis” Pasca-pandemi
Survei Harris Poll 2024 menunjukkan 78% warga AS melihat minat anak muda meningkat pada pekerjaan seperti pertukangan, listrik, dan pengelasan. Pendaftaran sekolah keterampilan bahkan melampaui universitas sejak pandemi.
Namun, WalletHub menempatkan banyak pekerjaan teknis di peringkat terendah untuk prospek karier pemula pada 2025. Profesi seperti pengelas, mekanik mobil, pembuat boiler, hingga drafter dinilai memiliki ketersediaan kerja terbatas, prospek pertumbuhan rendah, dan risiko kecelakaan tinggi.
Bahkan, survei lain menempatkan teknisi listrik sebagai pekerjaan yang paling tidak membahagiakan karena tuntutan fisik tinggi dan jam kerja panjang, yang tidak sebanding dengan gaji yang hanya cukup layak. Tidak ada pekerjaan teknis yang masuk dalam daftar pekerjaan paling membahagiakan.