7 Indikator Anda Termasuk Kelas Menengah, Bukan Sekadar Penghasilan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Dalam beberapa tahun terakhir, mendefinisikan kelas menengah telah menjadi topik yang kompleks bagi para ekonom. Hal ini terutama terjadi karena kisaran pendapatan yang digunakan lembaga untuk mendefinisikan kelompok ini sangat luas.
Pada intinya, mendefinisikan kelas menengah hanya berdasarkan pendapatan tidaklah akurat dan tidak dapat diandalkan. Alasannya, banyak faktor lain yang perlu diperhitungkan.
Berikut adalah beberapa indikator bahwa Anda telah menempatkan diri Anda di kelas menengah, mengutip Yahoo! Finance:
1. Mayoritas aset ada di rumah
Tanda paling nyata seseorang termasuk kelas menengah adalah jika sebagian besar kekayaan bersihnya terikat pada rumah atau properti. Jika rumah Anda mencakup sekitar 80% dari aset Anda, kemungkinan besar Anda berada di kelas menengah secara finansial.
Hal ini terutama berlaku ketika Anda memiliki cicilan KPR atau pajak properti yang tinggi, karena hal itu menghambat Anda untuk mengembangkan kekayaan secara stabil. Namun, setidaknya Anda tidak perlu membayar sewa.
2. Tidak menyewa
Jika jumlah utang KPR menunjukkan apakah seseorang termasuk kelas menengah, apa maknanya bagi penyewa? Biasanya, mereka yang masih menyewa properti berada di bawah kelas menengah atau di batas bawah kelas menengah.
3. Memiliki dana darurat
Seberapa pun kompleksnya mendefinisikan kelas menengah, beberapa indikator status ini cukup jelas. Misalnya, dalam situasi darurat, sebagian besar kelas menengah cukup siap secara finansial untuk mengatasinya.
Jadi, jika Anda memiliki setidaknya sejumlah tabungan untuk pengeluaran tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya medis, itu adalah simbol status kelas menengah.
4. Memiliki investasi
Menghasilkan dan menabung uang memang penting, tetapi jika Anda juga bisa menginvestasikannya, ini adalah tanda utama bahwa Anda berada di kelas menengah.
Ini berarti Anda tidak hanya memiliki penghasilan yang cukup, tetapi Anda juga dapat hidup nyaman dengan toleransi risiko yang lebih tinggi. Memahami bahwa dibutuhkan lebih dari sekadar rekening tabungan untuk menumbuhkan dana pensiun Anda, dan berinvestasi sebagai suatu hal, adalah faktor penting bagi kelas sosial dan ekonomi ini.
5. Bisa berhenti bekerja
Orang yang berhenti dari pekerjaan mereka untuk pekerjaan lain juga dapat dianggap sebagai kelas menengah. Ini bukan hanya karena mereka memiliki kekayaan untuk berhenti, tetapi karena mereka bisa bertahan hidup dengan mengandalkan diri sendiri.
Jika Anda merasa bebas untuk bertindak atas ketidakpuasan kerja dengan meninggalkan pekerjaan Anda saat ini, keyakinan tersebut biasanya berasal dari status kelas menengah.
6. Utang bukanlah penyebab stress
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat menilai apakah seseorang termasuk kelas menengah adalah seberapa besar pengaruh utang terhadap mereka. Mulai dari pinjaman hingga cicilan mobil, utang dapat menyulitkan Anda dalam mengembangkan kekayaan. Namun, jika Anda mampu menutupi biaya hidup dan biaya lainnya, kemungkinan besar Anda berada di kelas menengah dengan nyaman.
7. Mampu membiayai pendidikan tinggi untuk anak
Jika Anda mampu membiayai pendidikan tinggi untuk anak-anak Anda, itu adalah indikator yang cukup kuat bahwa Anda berada dalam parameter keuangan kelas menengah. Faktanya, mampu membiayai pendidikan tinggi secara umum adalah tanda status tersebut.
Biaya pendidikan tinggi untuk seorang anak dapat berkisar dari puluhan ribu hingga ratusan ribu dolar, tergantung universitasnya, jadi ini bukanlah prestasi finansial yang kecil.