Jakarta –
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru saja mengadakan pertemuan dengan United States Secretary of Commerce, Howard Lutnick, dalam rangkaian negosiasi terkait tarif resiprokal yang dikenakan oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap Indonesia sebesar 32%.
Diskusi dengan Lutnick telah berlangsung dua kali. Pertama kali dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (17/4), dan yang kedua diadakan secara langsung di Kantor Department of Commerce (DoC) AS pada Sabtu (19/4) waktu setempat.
Dalam pertemuan kedua yang berlangsung selama 1,5 jam, Airlangga mengajukan sejumlah kebijakan perdagangan dengan AS untuk menciptakan perdagangan yang lebih adil, sesuai permintaan Trump karena neraca perdagangan AS dengan Indonesia sering mengalami defisit.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sekretaris Lutnick yang memberikan kesempatan untuk bernegosiasi tarif serta menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan seimbang,” ungkap Airlangga dalam pernyataan pers yang diterbitkan pada Minggu (20/4/2025).
Dalam negosiasi tersebut, Airlangga menawarkan pembelian dan impor dari AS untuk mengurangi defisit perdagangan AS, termasuk pembelian produk energi seperti minyak mentah, LPG, dan bensin serta peningkatan impor produk pertanian dari AS seperti kedelai, bungkil kedelai, dan gandum yang sangat diperlukan dan tidak diproduksi di Indonesia.
Airlangga juga menyatakan komitmen Indonesia untuk kerja sama dalam bidang mineral kritis, dukungan investasi AS, serta penyelesaian masalah Non-Tariff Barrier (NTB) yang menjadi perhatian para pengusaha AS di Indonesia.
Lutnick dilaporkan mengapresiasi penawaran Airlangga, termasuk proposal konkret terkait pembelian produk dari AS. Dia menyebut tawaran Indonesia sebagai langkah yang menguntungkan kedua negara.
Pada kesempatan itu, Lutnick juga menyetujui rencana target negosiasi untuk diselesaikan dalam 60 hari ke depan dan menyarankan agar segera menyusun jadwal pembahasan teknis secara detail dengan pihak DoC dan USTR.
“Kami menghargai langkah konkret Indonesia dalam bernegosiasi tarif. Kedepannya, AS dan Indonesia akan terus melanjutkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan,” ujar Lutnick.
Tim negosiasi RI yang turut hadir mendampingi Menko Airlangga antara lain Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono, serta Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Washington DC Ida Bagus Made Bimantara.
Sebelum Indonesia, beberapa negara seperti Jepang dan Argentina juga baru saja bertemu dan bernegosiasi mengenai tarif AS tersebut dengan Lutnick. Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang langsung diterima oleh Pemerintah AS.