Jakarta – Pengalaman Indonesia dalam Mengelola Tenaga Nuklir
Menurut pernyataan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan tenaga nuklir. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan tiga reaktor nuklir di tiga kota berbeda di Indonesia.
Lokasi Reaktor Nuklir di Indonesia
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengungkapkan bahwa ketiga kota tersebut adalah Yogyakarta, Bandung, dan Serpong. Meski demikian, reaktor nuklir tersebut belum digunakan untuk menghasilkan listrik.
Dadan menjelaskan bahwa kapasitas reaktor nuklir di Serpong mencapai sekitar 30 megawatt (MW), sementara di Bandung sekitar 2 MW. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapasitas reaktor yang ada di Yogyakarta.
Kemajuan SDM di Bidang Nuklir
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), Dadan menyebutkan bahwa BRIN memiliki 965 tenaga ahli nuklir, sedangkan BAPETEN memiliki 254 tenaga ahli nuklir. Beberapa perguruan tinggi juga telah membuka program studi khusus di bidang nuklir, seperti di UGM, ITB, dan politeknik nuklir lainnya.
Pemerintah juga aktif mengirimkan pegawai untuk menempuh studi lanjut S2 dan S3 di negara-negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Rusia, China, dan Korea Selatan. Program pelatihan kerja sama dengan IAEA juga masih terus berlanjut.
Dadan menambahkan, “Ada banyak peluang kerja sama pelatihan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Amerika, Prancis, Korea, Jepang. Kami beberapa kali mendapat kunjungan dari Korea dan Cina akhir-akhir ini.”