Berita Baik dari BPS untuk Peternak: Kenaikan Produksi Jagung
Jakarta, PANGKEP NEWS – Produksi jagung diprediksi akan mengalami peningkatan pada periode Januari hingga Juni 2025 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan luas panen jagung di semester pertama 2025.
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa total luas panen jagung pada Januari hingga Juni 2025 diperkirakan akan mencapai 1,42 juta hektare, meningkat 11,64% dibandingkan luas panen pada Januari hingga Juni 2024 yang mencapai 1,27 juta hektare.
“Potensi luas panen ini mencakup tanaman jagung yang dipanen bukan untuk dipipil, seperti yang dipanen muda atau digunakan sebagai hijauan pakan ternak,” kata Pudji dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, pada Jumat (2/5/2025).
Dengan total luas panen tersebut, potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA28%), yang biasa digunakan untuk pakan ternak atau bahan makanan, juga diprediksi meningkat.
Total produksi JPK-KA28% pada Januari hingga Juni 2025 diperkirakan mencapai 10,91 juta ton, naik sebesar 1,25 juta ton (12,88 persen) dibandingkan dengan Januari hingga Juni 2024 yang mencapai 9,67 juta ton.
Sepuluh provinsi yang menjadi pusat produksi JPK-KA28% pada Januari hingga Juni 2025 adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Gorontalo, Sumatra Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Di sisi lain, jika produksi jagung dikonversikan ke produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA14%), yang digunakan untuk konsumsi langsung, potensinya mencapai 8,07 juta ton, naik 12,88% dibandingkan dengan catatan Januari hingga Juni 2024.
“Oleh karena itu, total produksi dari Januari hingga Juni 2025 meningkat 0,9 juta ton atau 12,88% dibandingkan Januari hingga Juni 2024,” kata Pudji.
Sepuluh provinsi yang menjadi pusat produksi JPK-KA14% pada periode tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Gorontalo, Sumatra Barat, dan Nusa Tenggara Timur.