Jakarta – Saham Prajogo Pangestu: Daya Tarik yang Terus Membara
Di kalangan investor, saham yang dimiliki Prajogo Pangestu selalu menjadi perbincangan menarik karena daya tariknya yang mengesankan. Rekam jejak yang positif dari kenaikan saham-saham Prajogo mendorong minat tinggi untuk saham-sahamnya yang berencana melaksanakan Initial Public Offering (IPO).
PANGKEP NEWS Research memiliki catatan mengenai beberapa kinerja pergerakan saham-saham Prajogo, khususnya dua saham yang baru saja melakukan IPO tahun lalu. Sedangkan untuk PTRO, BRPT, dan TPIA, data kenaikan selama lima tahun terakhir digunakan karena sebelumnya telah melaksanakan stocksplit.
Rekam jejak yang baik dari saham-saham IPO Prajogo mendorong harapan besar investor terhadap dua calon emiten yang Prajogo siapkan untuk melantai.
Rencana IPO PT Chandra Daya Investasi (CDI)
Kabar mengenai PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang akan membawa anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi (CDI), untuk melakukan penawaran saham perdana semakin nyata.
Diketahui bahwa PT Chandra Daya Investasi (PT CDI) bergerak di bidang investasi khususnya pada infrastruktur.
Manajemen PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memberikan pernyataan terkait IPO anak usahanya yaitu PT Chandra Daya Investasi.
Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen mengonfirmasi rencana tersebut.
“Perusahaan memang mulai menjajaki kemungkinan rencana IPO terhadap PT CDI, namun hal ini masih dalam tahap pembahasan internal,” tulis manajemen, Selasa (20/8/2024).
Manajemen menyebut bahwa PT CDI menjadi salah satu pendorong pertumbuhan dari Chandra Asri Group, karena bisnis infrastruktur ini memiliki prospek yang baik.
Rencana IPO PT CDI semakin nyata setelah beredarnya prospektus IPO PT CDI di kalangan investor dan grup saham.
Dalam dokumen tersebut, PT CDI akan melepas hingga 12,48 miliar saham dengan harga nominal Rp10 per lembar saham. PT CDI akan menawarkan harga antara Rp170 hingga Rp190 per lembar saham, sehingga diperkirakan dapat mengumpulkan dana segar sekitar Rp2,12 triliun hingga Rp2,73 triliun.
PT CDI akan menggunakan kode saham CDIA saat pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam prospektus tersebut, PT CDI menggandeng enam penjamin pelaksana emisi efek, yaitu BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Henan Putihrai Sekuritas, OCBC Sekuritas Indonesia, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.
Namun, penunjukan ini bersifat sementara dan perusahaan membuka peluang bertambahnya penjamin emisi lainnya yang akan ditentukan kemudian.
Prospektus tersebut belum dipublikasikan di situs resmi E-IPO, tetapi sudah beredar di kalangan investor.
Prospektus biasanya dirilis sekitar 2 hingga 3 minggu sebelum tanggal bookbuilding.
Potensi IPO Lain dari Grup Prajogo Pangestu
Selain IPO Chandra Daya Investasi, terdapat emiten lain dari Prajogo Pangestu yang juga berencana melaksanakan IPO.
Menurut informasi, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan membuka peluang IPO anak usahanya, PT Griya Idola.
Sebelumnya, Direktur Utama Barito Pacific Agus Salim Pangestu memberikan sinyal bahwa perusahaan akan melakukan ekspansi di lini bisnis properti, selain fokus pada petrokimia melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan energi panas bumi melalui PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
“Di segmen properti, kami telah memulai rencana pengembangan tahap awal untuk memperluas kawasan industri kami di Subang,” ungkap putra Prajogo Pangestu itu dalam pernyataan resmi yang dikutip Kamis (1/8/2024).
Agus menambahkan bahwa kawasan industri perusahaan berada di lokasi strategis dekat Pelabuhan Patimban. Lokasi ini, lanjutnya, akan menempatkan BRPT secara optimal dalam memanfaatkan peluang yang muncul dalam pengembangan fasilitas manufaktur otomotif dan sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan investasi asing langsung.
Untuk informasi, Griya Idola memiliki empat portofolio aset yang mencakup segmen residensial, industri, perkantoran, dan perhotelan. Di segmen residensial, perusahaan sedang mengembangkan Griya Idola Residence Tangerang. Pembangunan klaster ini dimulai sejak 2023 dan ditargetkan selesai dalam lima tahun ke depan.
PANGKEP NEWS RESEARCH