Tak Terkendali, Pakaian Bekas Impor Membanjiri Indonesia dan Masuk Mal di Jakarta
Pakaian bekas impor masih membanjiri pasar di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta, termasuk di Plaza Kalibata. Fenomena ini terus berlanjut karena harganya yang lebih terjangkau.
Berdasarkan pengamatan PANGKEP NEWS, banyak pakaian impor untuk dewasa yang laris manis di pasaran. Seorang pedagang bahkan mengakui bahwa semua barang dagangannya adalah impor karena harganya yang lebih rendah, sehingga lebih mudah dijual.
Harga pakaian yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung jenis, bahan, dan kualitasnya. Misalnya, celana jeans dewasa dijual seharga Rp 50.000 per potong, dan harga tetap sama jika membeli selusin. Sementara itu, dress perempuan dijual seharga Rp 85 ribu dan bahannya berbeda.
Faktor harga juga menjadi alasan utama pedagang menjual pakaian bekas impor. Menurut seorang pengunjung, kaos dewasa bisa didapatkan mulai dari Rp 35 ribuan.
Sementara itu, pengusaha tekstil yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) merasa resah dengan maraknya pakaian impor ilegal dan bermerek palsu yang beredar di Indonesia. Wakil Ketua Umum API, Ian Syarif, menyatakan bahwa sekitar 90% pakaian bermerek palsu yang beredar adalah impor.
Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi VII DPR RI, terungkap bahwa banyak pakaian impor berlabel bahasa China dan Korea Selatan, tanpa penggantian label resmi dan tanpa informasi mengenai importir resminya.