Militer Israel Menyerang Rumah Sakit di Gaza Selatan, Diduga Sebagai Basis Komando Hamas
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pasukan Israel melancarkan serangan terhadap sebuah rumah sakit di Gaza Selatan, Palestina, yang diduga menjadi tempat keberadaan Militan Hamas. Berdasarkan laporan AFP, militer Israel melalui unggahan di Telegram mengklaim bahwa “teroris Hamas yang signifikan” telah “beroperasi dari dalam pusat komando dan kendali” di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, kota utama di Gaza Selatan dekat Rafah.
“Kompleks tersebut digunakan oleh para teroris untuk merencanakan dan melakukan serangan teroris terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF (Angkatan Darat Israel),” tulis pernyataan Militer Israel pada Selasa (13/5/2025).
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada informasi yang tersedia mengenai potensi korban jiwa akibat serangan tersebut.
Israel sempat menghentikan operasi militernya di Gaza untuk memungkinkan pembebasan Edan Alexander, seorang tentara berkewarganegaraan AS-Israel berusia 21 tahun, yang ditahan sejak Oktober 2023. Alexander, yang diyakini sebagai sandera terakhir yang masih hidup dengan kewarganegaraan AS, dibebaskan pada Senin (12/5/2025) jelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Timur Tengah.
Israel kembali melanjutkan serangan militernya di Gaza pada 18 Maret setelah jeda gencatan senjata selama dua bulan dalam konfliknya melawan Hamas, yang dipicu oleh serangan kelompok Palestina tersebut pada Oktober 2023. Serangan terhadap bagian selatan Israel mengakibatkan kematian 1.218 orang, sebagian besar warga sipil, menurut catatan AFP yang berdasarkan angka resmi.
Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas menyatakan pada hari Senin bahwa setidaknya 2.749 orang telah tewas sejak Israel memulai kembali operasinya. Dengan demikian, total korban tewas sejak konflik ini dimulai mencapai 52.862.