Rwanda Bersiap Menjadi Habitat Baru untuk 70 Badak Putih
Jakarta, PANGKEP NEWS – Taman nasional terbesar di Rwanda bersiap menampung 70 badak putih yang akan datang dari Afrika Selatan pada akhir bulan Mei ini. Ini menjadi proyek relokasi hewan terbesar yang pernah dilakukan di negara tersebut.
Menurut AFP pada Jumat (16/5/2025), satwa-satwa ini, yang memiliki bobot rata-rata hingga dua ton, akan melakukan perjalanan sejauh 3.400 kilometer (2.100 mil) menuju tempat tinggal baru mereka di Taman Nasional Akagera.
“Peristiwa ini mencatat sejarah penting dalam upaya pelestarian badak dan mencerminkan usaha kolektif kita dalam melindungi serta mengelola Taman Nasional Akagera secara berkelanjutan,” ungkap taman tersebut dalam sebuah pernyataan.
Badak putih atau Ceratotherium simum termasuk dalam kategori hewan langka. Di masa lalu, mereka berlimpah di seluruh wilayah Afrika sub-Sahara, namun kini terancam punah akibat perburuan oleh pemukim Eropa yang diperparah oleh aktivitas perburuan liar.
Berdasarkan data dari International Rhino Foundation (IRF), angka perburuan badak di Afrika meningkat 4% dari 2022 hingga 2023, dengan setidaknya 586 ekor yang diburu pada tahun 2023.
Badak putih selatan, yang merupakan salah satu dari dua subspesies, saat ini diklasifikasikan sebagai “hampir terancam”, dengan populasi sekitar 17.000 ekor menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Sementara itu, badak putih utara hampir musnah, hanya tersisa dua ekor betina.
Para ilmuwan berusaha menyelamatkan subspesies ini dari kepunahan dengan mengumpulkan telur dari Fatu, salah satu betina yang lebih muda, dan menggunakan sperma dari dua jantan yang telah mati untuk menciptakan embrio sebagai upaya terakhir menyelamatkan mereka.
Rwanda, yang menempatkan dirinya sebagai destinasi safari terkemuka, telah menerima 30 ekor badak putih pada tahun 2021 di taman yang sama. Proses pemindahan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan populasi mereka dan menjamin lokasi pengembangbiakan baru di Rwanda.