Jakarta, PANGKEP NEWS
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terdapat empat saham yang berada dalam status aktivitas pasar yang tidak biasa (UMA), yaitu pergerakan saham yang terjadi di luar kebiasaan. Di antaranya, dua saham menunjukkan pola transaksi yang tidak wajar, sementara satu mengalami penurunan harga yang tidak biasa, dan satu lainnya mengalami kenaikan harga yang tidak masuk akal.
Salah satunya adalah emiten dari industri layanan aplikasi online, PT Era Digital Media Tbk. (AWAN), yang dianggap mengalami pola transaksi yang tidak wajar. Stockbit melaporkan bahwa saham ini turun sebesar 2,22% dalam seminggu terakhir, dan saat ini berada di harga 264.
Selain itu, bursa juga mengidentifikasi pola transaksi yang tidak biasa pada emiten tambang minyak dan gas bumi, PT Ulima Nitra Tbk. (UNIQ). Saham UNIQ tercatat mengalami penurunan 3,66% dalam seminggu terakhir, dan kini berada di harga 368.
Selanjutnya, saham dari sektor manufaktur plastik, PT Asia Pramulia Tbk. (ASPR), mendapat pengawasan bursa karena penurunan harga yang tidak wajar. Saham ini telah turun 41,46% dalam sebulan terakhir, dan saat ini berada di posisi 96 per saham.
Terakhir, BEI juga mengawasi secara ketat saham emiten sekuritas, PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. (RELI), karena mengalami kenaikan harga yang tidak biasa. Saham RELI terpantau melonjak 97,31% dalam seminggu terakhir dan kini berada di harga 880 per saham.
Terkait dengan terjadinya UMA pada keempat saham tersebut, BEI mengungkapkan bahwa mereka saat ini sedang memantau perkembangan pola transaksi dari semua saham tersebut.
“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” kata Bursa dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/7/2025).
Oleh karena itu, investor diharapkan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mengamati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Mengkaji kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS; d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan sebelum mengambil keputusan investasi. Semua keterbukaan informasi terkait Emiten dipublikasikan melalui situs web Bursa.