Persaingan Dividen Konglomerat, Siapa yang Paling Dermawan?
Jakarta – Sederet konglomerat Indonesia dengan portofolio saham besar di perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti Prajogo Pangestu, Hartono bersaudara, Anthoni Salim, dan lainnya tercatat aktif membagikan dividen.
Beberapa di antaranya sangat dermawan dalam membagikan dividen dengan rasio pembayaran lebih dari 100%, yang berarti mereka membagikan seluruh laba perusahaan kepada investor dan juga menambahkan dana dari kas yang tersedia.
Berdasarkan catatan kami, setidaknya ada 15 emiten yang sudah membagikan dividen dari laba tahun sebelumnya, beberapa telah diberikan secara interim pada tahun lalu.
Dari jumlah tersebut, hanya ada empat yang tercatat sangat dermawan dengan dividen melebihi 100% dari laba.
Posisi teratas ditempati oleh Grup Emtek dengan dua perusahaan sekaligus. Pertama, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang membagikan dividen sebesar Rp 18 per saham. Sebelumnya, SCMA sudah memberikan dividen interim sebesar Rp 5 per saham.
Secara keseluruhan, SCMA telah membagikan dividen sejumlah Rp 23 per saham yang berasal dari seluruh laba tahun berjalan konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2024 dan sisanya diambil dari laba ditahan perusahaan.
Sepanjang 2024, SCMA berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 594,8 miliar, meningkat 77,7% dibandingkan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 334,6 miliar.
Kedua, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membagikan dividen senilai Rp 2,01 triliun dari seluruh laba bersih tahun buku 2024 kepada pemegang sahamnya atau setara Rp 33 per saham.
Selain dari laba bersih, dividen EMTK juga berasal dari saldo laba ditahan. Sebagai informasi, EMTK mencatat laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun pada 2024, berbalik dari kerugian tahun sebelumnya sebesar Rp 140,8 miliar.
Posisi ketiga ditempati oleh emiten yang berafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO).
Perusahaan ini membagikan dividen sebesar US$ 10 juta atau US$ 0,00099147 per saham (sekitar Rp 16,65 per saham).
Dividen tersebut diambil dari seluruh laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 9,69 juta, ditambah dengan US$ 301 ribu dari laba ditahan.
Yang paling dermawan terakhir adalah emiten properti dari grup Sinar Mas, yaitu PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), yang membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2024 senilai Rp 1,4 triliun atau setara Rp 29 per saham kepada para investor.
Dividen tersebut dialokasikan dari seluruh laba bersih yang diperoleh perusahaan senilai Rp 1,33 triliun dan sebagian dari kas atau saldo laba ditahan.
Berikut adalah rincian dividen yang dibagikan oleh emiten konglomerasi tahun ini:
PANGKEP NEWS RESEARCH
(tsn/tsn)