Kebijakan Trump Buat Pelabuhan AS Siaga, Barang China Bakal Melimpah
Jakarta, PANGKEP NEWS – Rencana Presiden Donald Trump untuk menurunkan tarif terhadap China hingga 30% dalam tiga bulan ke depan telah menimbulkan kewaspadaan di berbagai pelabuhan Amerika Serikat. Mereka tengah bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan volume barang dari Negeri Tirai Bambu.
China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Amerika, dari mana banyak produk pakaian, alas kaki, mainan, barang elektronik, dan microchip berasal. Tarif yang lebih tinggi sebelumnya telah membuat biaya berbisnis dengan China menjadi mahal bagi banyak perusahaan.
Namun, dengan tarif yang lebih rendah ini, pengecer mungkin akan mengimpor lebih banyak barang selama periode tarif rendah ini berlangsung. Mereka akan berusaha keras untuk menambah stok sebelum keadaan kembali berubah.
“Saat ini adalah waktu ketika semua barang dagangan liburan seharusnya tiba. Oleh karena itu, beberapa pengecer mungkin memilih untuk mendatangkan lebih banyak produk lebih awal untuk mengantisipasi perubahan tarif,” ujar Jonathan Gold, wakil presiden kebijakan rantai pasokan dan bea cukai di National Retail Federation.
Hal ini berdampak pada kesiapan pelabuhan di AS dalam menerima barang. Ryan Calkins, wakil presiden komisi Pelabuhan Seattle, menyatakan bahwa mereka sedang meninjau operasional untuk mengantisipasi lonjakan arus barang yang masuk.
“Kami memperkirakan lonjakan akan terjadi pada pertengahan musim panas, dan kami akan menambah staf secara signifikan untuk memastikan kami dapat mengelola semua itu dengan kapasitas penuh,” ujarnya.
Perusahaan logistik dan pengiriman barang, Flexport, menyebut bahwa masih terlalu dini untuk memprediksi seberapa besar lonjakan setelah pengumuman AS-China tersebut. Namun, mereka tetap mengantisipasi adanya peningkatan dalam pemesanan.
Sementara itu, Charles van der Steene, Presiden Maersk, mengatakan bahwa banyak pedagang telah melakukan jeda dalam rantai pasokan mereka ketika Trump menaikkan tarif hingga 145% bagi barang China. Namun, dengan kebijakan baru ini, semua pengecer akan berusaha menambah stok di AS sebelum tarif berubah kembali.
“Dengan adanya penangguhan tarif yang lebih rendah selama 90 hari dan kejelasan mengenai situasi ini, harapannya adalah pasokan yang tertunda sekarang akan kembali mengalir ke rantai pasokan,” katanya.
Peter Boockvar, ekonom di The Boock Report, berpendapat bahwa meskipun dampak tarif 30% terhadap China masih belum jelas, beberapa pengecer akan memanfaatkan tarif yang lebih rendah tersebut.
“Selama 90 hari ke depan, kita akan melihat lonjakan pemesanan yang belum terjadi sebelumnya, dan biaya transportasi akan meningkat tajam dalam beberapa minggu atau bulan mendatang,” tulis Boockvar.
Para ahli memprediksi barang akan segera membanjiri pelabuhan AS, namun pelabuhan di Pantai Barat masih memperkirakan penurunan jumlah kapal dan volume kargo bulan ini. Hal ini disebabkan oleh waktu tempuh kapal yang memakan waktu 3 hingga 4 minggu untuk tiba di Pantai Barat dari China.
“Pada akhir bulan ini, jumlah kunjungan kapal akan berkurang 20% dan volume kargo mungkin akan turun sekitar 25%,” ungkap Gene Seroka, direktur eksekutif Pelabuhan Los Angeles.