Investasi Besar Arab Saudi di Amerika Serikat
Jakarta, PANGKEP NEWS – Amerika Serikat (AS) menerima investasi besar-besaran dari Arab Saudi. Namun, Indonesia tidak mendapat keuntungan yang sama.
AS kembali mendapatkan suntikan investasi besar setelah Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, merencanakan investasi senilai US$600 miliar atau sekitar Rp9.900 triliun (kurs Rp16.500/US$) dalam empat tahun ke depan.
Dalam kunjungan ini, Donald Trump mengundang sejumlah tokoh bisnis AS berpengaruh, termasuk pendiri Tesla, Elon Musk, serta CEO dari perusahaan besar lainnya seperti Blackrock, Citigroup, IBM, Boeing, Delta Airlines, dan United Airlines.
Trump berharap bisa mengamankan investasi lebih dari US$1 triliun dari Saudi, yang merupakan salah satu sekutu penting AS. Arab Saudi berkomitmen untuk menginvestasikan dana tersebut di berbagai sektor strategis seperti pertahanan, energi, teknologi, infrastruktur, dan kesehatan.
Proyek Strategis dan Sektor Utama
- Kecerdasan Buatan & Infrastruktur Energi: DataVolt dari Arab Saudi berencana menggelontorkan US$20 miliar untuk pusat data AI dan infrastruktur energi di AS.
- Kemitraan Teknologi: Google, Oracle, Salesforce, AMD, dan Uber akan berkolaborasi dalam proyek teknologi senilai US$80 miliar di kedua negara.
- Ekspor Infrastruktur AS: Perusahaan AS seperti Hill International, Jacobs, Parsons, dan AECOM akan mengerjakan proyek besar di Arab Saudi dengan nilai ekspor jasa US$2 miliar.
- Energi & Transportasi: GE Vernova mengekspor turbin gas senilai US$14,2 miliar, dan Boeing menjual pesawat 737-8 senilai US$4,8 miliar kepada AviLease.
- Kesehatan: Shamekh IV Solutions menginvestasikan US$5,8 miliar untuk fasilitas produksi cairan infus di Michigan.
- Dana Investasi Tematik: Termasuk Dana Investasi Energi (US$5 miliar), Dana Teknologi Pertahanan dan Dirgantara (US$5 miliar), dan Dana Olahraga Global Enfield (US$4 miliar).
Kesepakatan tersebut memperkuat hubungan ekonomi dan keamanan antara AS dan Arab Saudi yang sudah terjalin selama lebih dari delapan dekade.
Investasi Arab Saudi di Indonesia
Arab Saudi telah beberapa kali bertemu dengan pemerintah Indonesia untuk mendiskusikan investasi mereka di Indonesia.
Pada Mei 2023, mantan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid A. Al-Falih di Riyadh. Pertemuan ini membahas kerja sama investasi di bidang energi terbarukan dan pembangunan rumah sakit.
Khalid mengapresiasi langkah Indonesia dalam transformasi ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam, namun menyadari bahwa investasi belum sepenuhnya menggali potensi yang ada.
Pada 2019, sempat ada ketidakpastian mengenai investasi Saudi Aramco di proyek kilang Cilacap, meskipun sebelumnya ada janji investasi hingga US$6 miliar.
Baru-baru ini, Arab Saudi berencana membangun Kampung Indonesia untuk jamaah haji dan umrah, yang disambut positif oleh Prabowo Subianto.
Data Investasi Arab Saudi Berdasarkan BKPM
Berdasarkan data BKPM, Arab Saudi rutin berinvestasi di Indonesia, namun jumlahnya relatif kecil dan tidak stabil. Pada 2024, investasi tercatat sebesar US$3,2 juta (Rp 52,8 miliar), menurun dari US$7,15 juta di 2023.
Investasi ini tersebar di berbagai sektor seperti Tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakan, Industri Kertas dan Percetakan, serta Industri Kimia dan Farmasi.
PANGKEP NEWS RESEARCH