Jakarta, PANGKEP NEWS
Asia bukan hanya benua terbesar dengan jumlah penduduk terbanyak, tetapi kini juga diakui sebagai rumah bagi individu-individu paling cerdas di dunia. Di tengah kemajuan teknologi dan ketidakpastian global, IQ menjadi indikator yang semakin diperhatikan, tidak hanya dalam konteks individu tetapi juga sebagai tolok ukur kualitas suatu bangsa.
Menurut data dari World Population Review 2024, empat negara di Asia Timur, yaitu China, Taiwan, Hong Kong, dan Macau, berbagi posisi teratas sebagai negara dengan rata-rata IQ tertinggi di dunia, masing-masing mencatatkan nilai IQ rata-rata 107.
Korea Selatan dan Jepang menyusul dengan rata-rata IQ 106, menunjukkan dominasi Asia Timur sebagai pusat kecerdasan dunia. Tidak hanya unggul secara ekonomi, kawasan ini juga melampaui banyak negara Barat dalam hal potensi intelektual.
Fenomena menarik lainnya datang dari Iran, yang mencatatkan IQ 106 setara dengan Jepang dan Korea Selatan. Meski masih menjadi bahan perdebatan karena variasi skor dalam data pembanding (Lynn & Becker), tren ini menunjukkan adanya kebangkitan potensi pendidikan dan intelektual dari kawasan Timur Tengah.
Di wilayah Asia Tenggara, Singapura menonjol dengan skor IQ tertinggi di kawasan yaitu 105. Sementara negara-negara seperti Vietnam (100), Thailand (102), Malaysia (100), dan Indonesia (93,2) masih tertinggal, menunjukkan adanya tantangan struktural yang belum sepenuhnya teratasi. Bahkan, Filipina (96,7), Myanmar (97,4), dan Bangladesh (96,5) juga berada di bawah rata-rata IQ global.
Dari lebih dari 40 negara Asia yang tercatat, terlihat bahwa Asia Timur mendominasi di posisi teratas, sementara Asia Selatan dan sebagian Asia Tenggara masih berjuang untuk memperkuat fondasi pendidikan dan budaya literasi mereka.
Ketimpangan ini merupakan pengingat bahwa kemajuan ekonomi saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan investasi yang serius dalam pengembangan sumber daya manusia.
PANGKEP NEWS Indonesia Research