Jakarta, PANGKEP NEWS
Setelah sempat berada di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat dalam perdagangan dengan volatilitas yang cukup tinggi. Indeks berakhir naik 0,15% atau bertambah 10,61 poin ke level 7.198,97 pada perdagangan hari Selasa (27/5/2025).
Jumlah saham yang naik mencapai 310, sementara 311 saham mengalami penurunan dan 185 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 13,33 triliun dengan volume 27,21 miliar saham dalam 1,28 juta transaksi.
Saham Barito Pacific (BRPT) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi pendorong utama penguatan ini dengan kontribusi masing-masing 8,10 dan 7,64 poin. Sebaliknya, Bank Central Asia (BBCA) menekan indeks dengan penurunan 11,92 poin setelah harga sahamnya turun 1,82% ke Rp9.450. Sektor keuangan dan konsumer primer menghadapi tekanan, sementara sektor lainnya cenderung menguat.
Adapun investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp211,12 miliar di semua pasar, terdiri dari Rp113,00 miliar di pasar reguler dan Rp98,12 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Saham BBCA menjadi yang paling banyak dijual oleh investor asing dengan net sell senilai Rp212,12 miliar. Disusul oleh BMRI dengan Rp135,11 miliar dan BRPT sebesar Rp73,13 miliar. Berikut adalah 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Selasa:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp212,12 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – Rp135,11 miliar
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) – Rp73,13 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) – Rp65,64 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) – Rp61,61 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp60,85 miliar
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) – Rp57,95 miliar
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) – Rp36,48 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – Rp36,11 miliar
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) – Rp29,89 miliar
(mkh/mkh)