Kebangkitan Sang Raja E-commerce China Setelah Terpuruk
Jakarta – Alibaba, raksasa e-commerce China, sempat menghadapi tantangan berat akibat persaingan ketat dengan pemain baru seperti PDD Holdings.
Selain itu, hubungan tegang antara pendiri Alibaba, Jack Ma, dan pemerintah China menyebabkan perusahaan kehilangan arah untuk beberapa waktu. Bahkan, restrukturisasi besar-besaran terjadi yang menyebabkan beberapa eksekutif Alibaba meninggalkan perusahaan.
Namun, Alibaba secara perlahan berhasil bangkit, seiring dengan membaiknya hubungan antara pemerintahan Xi Jinping dan Jack Ma. Mantan miliarder nomor satu di China ini juga kembali terlihat beraktivitas di China setelah sempat berkeliling dunia.
Alibaba juga mempercepat pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI), bahkan bekerja sama dengan Apple untuk menghadirkan Apple Intelligence di iPhone yang dijual di China.
Terbaru, Alibaba mengumumkan kolaborasi dengan platform konten populer RedNote, pesaing Instagram dan TikTok, yang memungkinkan pengguna RedNote untuk langsung mengklik tautan produk dan berbelanja di Taobao, platform milik Alibaba.
Dengan kerja sama antara Alibaba dan RedNote (dikenal sebagai Xiaohongshu di China), pengalaman belanja pengguna akan lebih mudah dengan integrasi aplikasi-ke-aplikasi yang lebih mulus.
“Mengombinasikan keahlian e-commerce Taobao dan Tmall dengan kekuatan konten gaya hidup Xiaohongshu akan membantu masing-masing perusahaan mencapai konsumen dengan lebih efektif,” ujar Liu Bo, VP Alibaba Group dan Presiden Tmall, kepada PANGKEP NEWS.
Kerja sama strategis antara Alibaba dan RedNote terjadi saat raksasa e-commerce China sedang berebut pangsa pasar di tengah melemahnya daya beli konsumen akibat ketidakpastian ekonomi.
Perang di sektor ritel kini perlahan-lahan mengarah ke ‘ritel instan’ seperti layanan pengiriman makanan dan barang dalam waktu cepat. Alibaba memperluas layanan pengiriman cepat di bawah satu jam untuk barang elektronik dan pakaian di platformnya.
Saat ini, pasar ritel instan di China didominasi oleh Meituan, raksasa dalam pengiriman makanan. Layanan Ele.me milik Alibaba menempati posisi kedua.
Pada bulan Februari lalu, raksasa e-commerce China lainnya, JD.com, mulai memperkenalkan layanan pengiriman makanan di platformnya yang dinamai ‘JD Takeaway’.
JD.com mengumumkan pada bulan April bahwa mereka akan menginvestasikan lebih dari 10 miliar yuan tahun ini untuk mengembangkan ritel instan. Minggu ini, Alibaba melaporkan telah menyelesaikan 10 juta pemesanan ritel instan dalam 5 hari.
Fungsi aplikasi-ke-aplikasi antara Taobao dan RedNote menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ritel instan. Program ini berfokus pada barang konsumen dan produk kesehatan yang bergerak cepat.