Jakarta, PANGKEP NEWS
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menunjukkan komitmen dalam mengurangi jejak karbon dan mendorong operasional yang berkelanjutan melalui program Environmental, Social, and Governance bernama GoZero%-Sustainability Action by Telkom Indonesia. Program ini mengedepankan tiga pilar utama yaitu Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business.
Ahmad Reza, SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, menyatakan bahwa sebagai perusahaan telekomunikasi digital di Indonesia, Telkom menyadari peran strategis sektor industri dalam mendukung upaya global menghadapi perubahan iklim. Oleh karena itu, Telkom secara bertahap mengintegrasikan sumber energi terbarukan ke dalam infrastruktur dan aktivitas operasionalnya.
“Telkom berkomitmen menjadi bagian dari solusi dengan terus mendorong implementasi energi terbarukan sebagai salah satu pilar utama strategi keberlanjutan perusahaan. Kami percaya bahwa transisi menuju energi bersih bukan hanya kebutuhan, tetapi juga peluang menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Kami akan terus memperluas inisiatif ini di masa mendatang,” ujarnya pada Senin (14/7/2025).
Telkom telah mencatat berbagai pencapaian signifikan dalam penggunaan energi terbarukan, sebagaimana dirinci dalam Laporan Keberlanjutan Telkom Tahun 2024 yang dirilis pada 21 April 2025.
Salah satu pencapaiannya adalah pemasangan panel surya di berbagai infrastruktur seperti Base Transceiver Station (BTS), Point of Presence (PoP), dan pusat data.
“Inisiatif ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil tetapi juga menghasilkan penghematan biaya operasional jangka panjang,” ungkap Reza.
Hingga saat ini, konsumsi listrik dari energi terbarukan pada tahun 2021-2024 mencapai 126.448,20 Gigajoule (GJ) dan terus meningkat seiring ekspansi infrastruktur hijau perusahaan.
Telkom juga membentuk kemitraan strategis dengan PLN terkait energi terbarukan untuk memastikan pasokan energi bersih yang berkelanjutan. Kemitraan ini meliputi pembelian Renewable Energy Certificate (REC) untuk 69 PoP (Point of Presence) Telkom di tahun 2025.
Selanjutnya adalah inisiatif Green Data Center. Telkom memperhatikan aspek keberlanjutan dalam operasionalnya dengan berbagai inisiatif seperti penggunaan sistem pendingin hemat energi, desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan alami, serta penggunaan panel surya untuk kantor.
“Langkah ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan dari operasional data center, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang semakin peduli pada isu keberlanjutan,” kata dia.
Telkom juga beralih ke penggunaan kendaraan listrik, secara bertahap mengganti armada kendaraan dengan 587 kendaraan listrik serta mendukungnya dengan 33 lokasi stasiun pengisian.
“Langkah ini dimulai dari kendaraan operasional di kantor pusat hingga yang digunakan teknisi lapangan. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan EV juga memberikan efisiensi biaya bahan bakar dan perawatan,” jelas Reza.
Telkom juga menjalankan berbagai program efisiensi energi di seluruh unit operasional perusahaan, termasuk penggunaan lampu LED, pengaturan suhu ruangan optimal, dan kampanye hemat energi bagi karyawan melalui program Gerakan Peduli Efisiensi Energi (GePEE). Selama 2024, Telkom mengalokasikan Rp 57 miliar untuk upaya efisiensi energi melalui pengadaan dan peremajaan peralatan ramah lingkungan seperti lampu LED, refrigeran, baterai, dan monitor yang lebih ramah lingkungan.
Telkomsel terus memperluas jaringannya sambil memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Hingga Maret 2025, jumlah Base Transceiver Station (BTS) telah mencapai 278.100 unit, termasuk 227.454 BTS 4G dan 1.910 BTS 5G. Infrastruktur ini disiapkan untuk memastikan kapasitas yang andal guna memenuhi kebutuhan digital yang terus meningkat di masa mendatang, terbukti dengan pertumbuhan lalu lintas data (data payload) yang mengalami peningkatan signifikan sebesar 19,8% YoY menjadi 5.778.048 TB.