Jakarta – Kesiapan Investor dalam Menghadapi Perdagangan IHSG
Investor tengah mempersiapkan diri untuk kembali terjun ke perdagangan pasar finansial pada hari esok. Meski pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren optimis, ada kekhawatiran bahwa koreksi mungkin terjadi di minggu mendatang.
Pergerakan IHSG dan Potensi Koreksi
Selama seminggu terakhir, IHSG berhasil melonjak 2,65% dan ditutup pada level 7.047,44 pada perdagangan Jumat (11/7/2025). Meskipun mengalami kenaikan, pergerakan IHSG menciptakan celah bawah yang diperkirakan akan segera tertutup. Para investor memprediksi IHSG harus terkoreksi terlebih dahulu sebelum melanjutkan rally-nya.
Faktor Katalis IHSG
Di minggu depan, terdapat banyak sentimen baik dari dalam maupun luar negeri yang bisa menjadi katalis bagi IHSG untuk melanjutkan rally-nya.
Neraca Dagang dan Ekspor Impor Indonesia
Pada Selasa (15/7/2025), Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data neraca perdagangan Indonesia beserta ekspor dan impor untuk periode Juni 2025. Sebelumnya, neraca dagang pada Mei 2025 mencatat surplus sebesar US$4,3 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya US$160 juta.
Surplus sebesar US$4,3 miliar didukung oleh nilai ekspor yang lebih besar, yaitu US$24,61, dibandingkan impor sebesar US$20,31. Ini menandai surplus perdagangan selama 60 bulan berturut-turut atau hampir 5 tahun. Sepanjang Januari-Mei 2025, nilai ekspor tercatat US$111,98 miliar, meningkat 6,98% dibandingkan tahun lalu.
Kebijakan Suku Bunga BI
Bank Indonesia (BI) dijadwalkan mengumumkan kebijakan suku bunga pada Rabu (16/7/2025). Pada Rapat Dewan Gubernur sebelumnya, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility di 4,75%, dan Lending Facility di 6,25%. Keputusan ini sejalan dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam target 2,5%±1%, stabilitas nilai tukar Rupiah, dan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan Kredit Perbankan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga akan mengumumkan pertumbuhan kredit perbankan. Sebelumnya, OJK melaporkan bahwa perbankan menyalurkan kredit senilai Rp 7.998 triliun hingga Mei 2025, meningkat 8,43% secara tahunan (year-on-year).
Prediksi Inflasi dan Data Ekonomi AS
Amerika Serikat (AS) dijadwalkan merilis data inflasi periode Juni 2025 pada Selasa (15/7/2025). Setelah periode inflasi rendah, indeks harga konsumen (IHK) diperkirakan meningkat sedikit lebih cepat karena peningkatan tarif barang impor.
Neraca Dagang dan Pertumbuhan Ekonomi China
Pada awal pekan Senin (14/7/2025), China akan merilis data neraca perdagangan serta ekspor dan impor untuk Juni 2025. Pertumbuhan PDB China untuk kuartal II 2025 diprediksi sekitar 5,1% (year-on-year), sedikit melambat dari 5,4% di kuartal pertama.
Sanggahan: Artikel ini adalah pandangan dari PANGKEP NEWS Research. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli, menahan, atau menjual investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada pembaca, dan kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan dari keputusan tersebut.
PANGKEP NEWS RESEARCH