Banjir Sentimen Positif: Badai Mulai Berlalu, RI Bersiap Pesta
Jakarta – Pergerakan pasar keuangan pada pekan lalu menunjukkan tren yang optimis. Fenomena ‘Sell in May and Go Away’ belum terlihat hingga dua pekan pertama bulan Mei. Pasar keuangan kini bersiap kembali setelah libur panjang untuk memulai perdagangan dengan antusiasme tinggi, didorong oleh berita-berita positif yang berpotensi membuat pasar kembali meriah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah diperkirakan akan mengalami penguatan dalam pekan ini, meskipun hanya ada tiga hari perdagangan. Beragam sentimen dari dalam dan luar negeri dapat menjadi dorongan bagi pasar keuangan.
Pada perdagangan Jumat (9/5/2025), IHSG naik 0,07% ke level 6.832,8, melanjutkan kenaikan sepanjang dua pekan bulan Mei sebesar 0,98%.
Jumlah saham yang turun sebanyak 362, saham yang naik 258, dan 340 tidak bergerak. Nilai transaksi Jumat kemarin terbilang sepi, mencapai Rp 8,99 triliun dengan volume 18,46 miliar saham dalam 1,08 juta transaksi.
Sektor kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,89%, diikuti oleh sektor utilitas (0,68%) dan industri (0,59%).
Penggerak utama IHSG pada Jumat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menyumbang 7,64 poin indeks, diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi pemberat utama dengan sumbangan -7,88 poin indeks, disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Panin Financial Tbk (PNLF), dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).
Rupiah terhadap dolar AS pada Jumat (9/5/2025) ditutup pada Rp16.510/US$, melemah 0,12%.
Dalam sepekan, rupiah mengalami depresiasi 0,49%.
Kepercayaan konsumen Indonesia sedikit membaik pada April 2025, naik menjadi 121,7 dari 121,1 pada Maret, menandai akhir tren penurunan tiga bulan. Peningkatan ini didorong oleh persepsi ekonomi saat ini dan pendapatan rumah tangga yang lebih positif, terutama setelah Lebaran.
Pasar obligasi Indonesia pada Jumat (9/5/2025) menunjukkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun menguat 0,03% di level 6.789%.
Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Selasa (13/5/2025) dengan indeks S&P naik 0,72% ke 5.886,55 dan Nasdaq Composite naik 1,61% ke 19.010,08. Dow Jones Industrial Average turun 269,67 poin karena penurunan pada saham UnitedHealth.
Saham Nvidia naik 5,6% setelah berita bahwa perusahaan akan mengirimkan 18.000 chip AI ke Arab Saudi, mendorong saham perusahaan chip lainnya seperti Broadcom dan AMD.
Meredanya perang dagang AS-China setelah kesepakatan untuk memangkas tarif impor memberikan angin segar bagi pasar, bersamaan dengan pelunakan inflasi AS.
Perang Tarif AS-China Mereda
Kesepakatan antara Amerika Serikat dan China untuk memangkas tarif impor secara signifikan mengejutkan banyak pihak dan dipandang lebih baik dari yang diharapkan.
Perang India-Pakistan Ikut Mereda
Ketegangan antara India dan Pakistan mulai mereda dengan dilakukannya gencatan senjata terkait ketegangan di Kashmir.
Penjualan Ritel Indonesia
Data penjualan ritel Indonesia untuk Maret 2025 akan dirilis oleh Bank Indonesia, dengan prediksi peningkatan sebesar 0,5% dibandingkan bulan sebelumnya.
Inflasi AS Melandai
Tingkat inflasi AS pada April mencapai 2,3% secara tahunan, terendah sejak 2021.
Agenda Ekonomi
- Penjualan Ritel Indonesia periode Maret 2025
- KAGAMA LEADERS FORUM SERIES di Jakarta Pusat
- Press conference IPA CONVEX 2025 di Jakarta Pusat
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan PANGKEP NEWS Research. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.